Calon Sekda Provinsi Riau; Ahmad Hijazi atau Masperi?

photo author
Administrator, Riau Satu
- Sabtu, 11 Juni 2016 | 15:08 WIB

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Menyusul dengan akan pensiunnya M. Yafiz sebagai pegawai negeri sipil pada 1 Juli 2016, yang praktis akan meninggalkan jabatannya sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Riau, perhatian sebagian publik di daerah ini tertuju pada satu pertanyaan: siapa sosok yang akan menduduki jabatan tertinggi di kalangan PNS di jajaran Pemerintah Provinsi Riau?

Setelah melalui proses yang cukup panjang, Komisi Aparatur Sipil Negara akhirnya menyetujui tiga nama calon Sekdaprov Riau yang telah lulus tahap assessment. Ketiga nama dimaksud, yakni Ahmad Hijazi, Masperi, dan M Syukri Harto. Keputusan ini tertuang dalam surat keputusan Nomor B-43/KASN/VI/6/2016 tentang Rekomendasi Laporan Hasil Seleksi Jabatan Terbuka Pimpinan Tinggi Madya Sekdaprov Riau. Ketiga nama itu merupakan hasil seleksi dari 22 nama yang mendaftar dan mengikuti proses.

''Rekomendasi ini akan disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo melalui Mendagri Tjahjo Kumolo oleh Pejabat Pembina Kepegawaian, yakni Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman,'' ungkap Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Riau, Asrizal. Selambat-lambatnya, diharapkan akhir bulan Juni ini sudah keluar satu nama yang layak menjadi Sekda Riau. Hal ini dikarenakan Plt Sekdaprov Riau, M. Yafiz akan memasuki masa pensiun pada Juli 2016.

 Di antara tiga nama yang telah masuk ke dalam berkas pendaftaran, salah satu nama disebut-sebut sebagai 'jagoan' Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman adalah Ahmad Hijazi, yang kini  menjabat sebagai Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Riau. Awalnya, pria yang berasal dari Negeri Seribu Parit ini merupakan mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Merunut ke belakang, Ahmad Hijazi bukanlah pemain baru di dalam urusan kepemerintahan. Pasalnya, Ahmad Hijazi menjadi salah satu mitra penting saat Gubri menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang Indonesia Daerah Riau. Sebab, sebagai kota industri dan jasa, jabatan Kadisperindag di sana merupakan jabatan strategis.

Konon, pemindahan Ahmad Hijazi dari Batam ke Pemprov Riau tahun lalu dan mendapatkan jabatan sebagai Sekretaris Bappeda, juga dikabarkan tak terlepas peran Andi Rachman, panggilan akrab Gubri Arsyadjuliandi Rachman. Pemindahan mitra sekaligus teman lama itu juga sepertinya sudah dipersiapkan untuk menjadi orang nomor satu di Riau untuk menggantikan M Yafiz.

Inilah komentar Ahmad Hijazi manakala dinyatakan masuk tiga besar calon Sekdaprov Riau. Hijazi menyatakan bersyukur masih diberi kesempatan berkarir di bidang pemerintahan, sembari mengucapkan rasa terimakasih karena saat berkarir di Pemko Batam mendapat kerjasama yang sangat baik dari semua elemen masyarakat, termasuk kalangan media massa.

"Saya bersyukur setelah tidak menjabat Kadisperindag Batam ditempatkan di staf ahli. Dengan demikian, saya punya pengalaman menjabat dua posisi sebagai eselon dua. Dua posisi inilah yang menjadi syarat saya bisa mendaftar ikut seleksi Sekdaprov Riau," kata Hijazi, dalam satu kesempatan kepada awak media.

Nama lain yang juga dinilai berpeluang besar menduduki jabatan Sekdaprov Riau ialah Masperi, yang saat ini menjabat sebagai Asisten II di lingkungan Setdaprov Riau. Melihat segudang pengalaman yang telah direguknya selama berkarier di birokrasi pemerintahan, Masperi patut dijadikan sebagai pertimbangan bagi Andi Rachman.

Inilah antara lain pengalaman Masperi, yaitu pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Rokan Hulu, untuk kemudian dipercaya menjadi Sekda Kabupaten di daerah yang sama. Ia juga pernah dipercaya menjadi Kepala Perencanaan PON XVIII Riau pada 2012. Sebelum dipercaya menjadi Asisten II, Masperi lebih banyak berada di bagian sektoral eselon III Setdaprov Riau.

Ketika dinyatakan masuk tiga besar calon Sekdaprov Riau, inilah yang dikatakan Masperi: "Tentu saya bangga ya, masuk dalam tiga besar yang lolos seleksi," kata Masperi. Dijelaskan, dari sekian banyak nama yang masuk ke bursa calon, dia termasuk yang berhasil memasuki seleksi tahap akhir. Artinya, tinggal satu langkah lagi untuk menjadi Sekdaprov Riau.

Saat disinggung peluangnya menduduki posisi itu, Masperi mengaku tidak bisa menjawabnya. Dia mengaku semua tergantung dengan keputusan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. "Itu kan tergantung yang makailah. Kalau kita kan siap-siap saja," sebutnya.

Satu nama lagi adalah Syukri Harto, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, sebelum posisi itu diserahkan ke HM Noer.

Pansel Obyektif
Soal rumor calon titipan ini dibantah secara tegas oleh Panitia Seleksi, yang diketuai Prof. Dr. Mukhtar Achmad. Menurut Muchtar, penilaian terhadap masing-masing calon Sekdaprov sangat obyektif. Tidak ada karena pesanan atau memihak calon tertentu.

"Penilaian yang kami lakukan sangat obyektif, tidak ada istilah mengunggulkan satu calon. Penilaian berdasarkan kemampuan individu calon saat mengikuti tahapan tes," kata Mukhtar, dalam satu kesempatan di ruang rapat BKP2D Riau.

Beberapa penilaian yang diberikan, menurut Mukhtar, antara lain meliputi administrasi sebesar 20 persen, kedua penilaian pada tahap kedua atau tes kompetensi manajerial sebesar 30 persen. Serta, tes kompetensi bidang terdiri dari wawancara dan presentasi makalah sebesar 50 persen.

Sayangnya, saat ditanya berapa nilai masing-masing peserta serta di mana kekurangan empat calon lainnya yang telah dinyatakan gugur, Pansel menolak memberikan keterangan dengan alasan sudah terlalu tekhnis dan menyangkut privasi mereka. "Untuk nilai masing-masing tak layak disampaikan. Ini menyangkut privasi  mereka," ujar Mukhtar.

 Ia juga menjelaskan, ketiga nama calon yang diumumkan tersebut berhasil memenuhi penilaian sesuai dengan standar kelayakan. Sementara rekam jejak peserta sudah dilakukan, dan hasilnya bersih dari hukum. "

Memang ada yang memberikan tanggapanpositif dan negatif kepada masing-masing peserta. Sedangkan rekam jejak yang tiga nama itu masih kita rahasiakan. Yang pasti mereka terbaik dari ketujuh calon lainnya," katanya.

Anggota Pansel lainnya, M. Yafiz, menyebutkan beberapa penilaian selama tahapan seleksi berlangsung, beberapa poin seperti penguasaan materi, sikap, cara berpakaian termasuk grogikah para calon saat menghadapi Pansel saat menyampaikan persentase dan wawancara juga menjadi perhatian. Kemudian, ada juga saat yang penyampaian makalah harus ada kesesuaian antara isi dan judul yang diberikan  Pansel. Yakni, reformasi dan birokrasi serta Visi Riau 2020.

Tak Ada Titipan

Tak kurang, Andi Rachman juga membantah rumor yang beredar. Saat masih menjabat sebagai Plt Gubri, mantan anggota DPR RI dari Dapil Riau ini membantah keras isu yang menuding bahwa serangkaian proses seleksi calon Sekdaprov Riau hanya dianggap sebagai formalitas belaka. ''Sampai saat ini saja saya tidak ada bertemu dengan panitia seleksi. Pokoknya, kita serahkan semuanya ke pansel. Tidak ada titipan,'' ungkap Andi Rachman.

Ia mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah soal seleksi calon Sekdaprov Riau, dan semua berjalan sesuai tahapan yang berlaku.  "Yang ikut dan lulus seleksi ini pasti orang-orang yang mampu dan pasti akan ada yang lebih mampu lagi. Kita tunggu aja dari pansel. Nanti saya dikira intervensi pula," tegasnya.

Soal proses seleksi yang bebas dari intervensi juga diingatkan wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi Riau. Sugianto dari Komisi A DPRD Riau mengingatkan agar proses seleksi sekdaprov jangan sampai hanya formalitas saja, sebagai lepas tanya sudah dilakukan seleksi. Sementara siapa nantinya pejabat yang akan duduk sudah disapkan.

"Kita tidak ingin ini hanya formalitas saja sementara orangnya sudah disiapkan. Kita inginkan seleksi ini betul-betul jalan sesuai yang diharapkan, sehingga akan mendapatkan orang yang berkualitas atau kapabel," jelasnya. Untuk itu, tambah legislator dari Dapil Siak-Pelalawan ini, Pansel harus bekerja profesional dan independen, sesuai dengan amanah yang diberikan.

"Jangan sampai ada semacam mengarah pada calon tertentu.  Ini akan merusak dan menciderai sistem penyeleksian itu sendiri. Kita ingin yang terpilih nanti memang yang bisa menjabat jabatan tersebut,'' katanya lagi.

Diakui oleh Politisi PKB ini, di Riau masih banyak punya putra daerah yang  terbaik dari yang baik yang dipandang layak duduk di posisi sekdaprov. Jangan sampai yang duduk nanti orang yang tidak mampu di bidang itu, sementara yang layak banyak tapi tidak terpilih karena mengedepankan keluarga atau kerabat dan lainnya.

 "Di samping kita ingin yang layak, juga tidak menyalahi posedur  pengangkatan seperti golongan atau kepangkatan yang dimiliki," tutupnya. (rs2)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB
X