Cerita Solena Chaniago, Jalani Operasi Kelamin jadi Wanita

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Minggu, 2 Agustus 2015 | 14:53 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Merasa terjebak dalam jiwa yang tidak sesuai dengan kodrat yang diberikan memang memberikan rasa tidak nyaman. Ini lah yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk merubah identitas diri, bahkan ada pula yang melakukan operasi kelamin (transgender).

Salah satu transgender yang mengakui telah melakukan perubahan kelamin adalah Solena Chaniago. Terlahir sebagai pria ternyata membuatnya tidak nyaman karena tidak memiliki rasa maskulin dalam dirinya sejak kecil.

''Saya sudah merasa berbeda saat umur 11 tahun. Saya sudah merasa hormon saya mulai berubah perlahan,'' kata Solena ketika ditemui di Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Selasa (28/7), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Setelah kuliah Solena secara terang-terangan mengenalkan kekasihnya yang berkelamin pria kepada orang tuanya. Dari situ lah kedua orang tua Solena menyadari bahwa anaknya memang memiliki rasa suka terhadap lawan jenis.

Hingga akhirnya dia dinikahkan secara paksa dengan seorang perempuan, saat Solena berumur 25 tahun. Dari pernikahan tersebut lahirlah seorang perempuan cantik.

Namun, pernikahan itu justru membuat Solena merasa tertekan hingga harus bolak balik masuk UGD karena mengalami depresi yang berat. Akhirnya Solena bercerai dengan istrinya setelah mendapatkan izin dari kedua orangtuanya.

''Setelah bercerai aku langsung pergi ke Amerika dan kerja di sana sebagai penata rambut di Master Barber, New York. Karena keluargaku tidak mendukung, jadi aku berangkat sendiri,'' imbuh Solena.

Butuh waktu selama tiga tahun bagi Solenia untuk menentukan dokter bedah kelamin mana yang aman untuknya. Hingga akhirnya dia memutuskan pergi ke Thailand untuk menjalani operasi.

''Aku memutuskan untuk ke dokter di Thailand, Dokter Suporn namanya karena dia yang berani jamin kalau secara kosmetik dan rasa tidak akan kecewa, memuaskan. Dokter lain di Amerika enggak berani jamin. Dan setelah saya bandingkan Dokter Suporn ini termahal di dunia,'' jelasnya.

Sayangnya, kesedihan sempat dia rasakan ketika melihat pasien calon transgender yang menjalani operasi dengan ditemani oleh keluarga, teman, maupun pacar. Meski begitu, Solena tetap semangat menjalani operasi meski harus menghadapi semuanya sendiri.

Selama sepuluh tahun Solena menjalani operasi transisi total hingga menjadi wanita cantik. Meski begitu, dia merasa jalan hidupnya lebih lancar karena merasa lebih percaya diri, dan merasa diterima oleh siapa saja, termasuk anaknya.

''Keluarga inti bukan mendukung tapi mengerti. Yang menentang lebih ke keluarga luar seperti sepupu. Keluarga inti aku mereka mengerti karena mereka sudah melihat aku dari kecil mereka ngerti. Anakku juga saat saya operasi umurnya sudah delapan tahun, aku bilang ke dia dan dia mengerti. Dan pacarku juga menghadapinya jadi perempuan,'' tandasnya. (dri)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB
X