Soal kegiatan FGD, Yulisman menilai sangat dinamis. Bahkan semua peserta yang hadir boleh mencurahkan pendapat. Termasuk juga diperbolehkan memberikan solusi. Sehingga sikap kritis yang ditonjolkan diiringi dengan solusi serta masukan.
”Lebih kepada kritis tapi tetap solutif. Sehingga menurut saya budaya ini harus dikembangkan terus,” harapnya.
“Jadi hati dingin kepala dingin, jadi lebih objektif. Menghasilkan sebuah solusi terhadap persoalan bangsa. Adek-adek yang bergabung mereka masih segar, independen, originalitas ide solusi barangkali sangat bermanfaat untuk kita semua stake holder maupun masyarakat,” pungkasnya.***