peristiwa

Perempuan Harus Ambil Peran Membangun Indonesia, Kunni: Termasuk dengan Jalan Puisi

Selasa, 5 Juli 2022 | 17:08 WIB
Ketua Penyair Perempuan Indonesia (PPI), Kunni Masrohanti. (f: istimewa)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Ketua Penyair Perempuan Indonesia (PPI) Kunni Masrohanti mengajak kaumnya, terkhusus para penyair, untuk mengambil peran dalam membangun Indonesia dengan bidang yang digeluti, yakni puisi.

"Puisi bukan sekadar teks yang dibaca di ruang-ruang sunyi, lalu kembali kepada sunyi," ujar Kunni yang kerap dipanggil Presiden Penyair Perempuan, dalam perbincangannya dengan riausatu.com, Selasa (5/7/2022), di Pekanbaru.

Menurutnya, puisi adalah sebuah jalan, sebuah cara. Jalan untuk menyampaikan pesan, pendapat, pemikiran, gagasan, bahkan cara mengabadikan sebuah perjuangan.

"Perempuan, penyair perempuan, harus ambil peran agar puisi tidak hanya lagi bercerita tentang kau, aku dan rindu, tapi lebih dari itu, turut membangun Indonesia dengan jalan puisi," ungkapnya.

Diakui Kunni, persoalan pribadi sebagai perempuan yakni sebagai ibu dan istri, kerap kali menjadi alasan besar bagi perempuan berhenti dari berkarya,  termasuk penyair perempuan.

Sebuah komunitas, katanya, bisa menjadi sebuah tempat bersama untuk saling menyemangati dan berbagi sesama perempuan, dan bisa menjadi rumah perjuangan atas ruh dalam puisi yang dilahirkan.

"Lahir sebagai perempuan, kemudian menjadi ibu dan istri, memang selalu membuat kesempatan menjadi sempit. Yang semula aktif berkarya, tiba-tiba hilang seperti ditelan bumi. Banyak sekali seperti itu."

Tapi, sebutnya, perempuan yang sadar bahwa ia lahir menjadi perempuan, harus bisa mengambil kesempatan dan tahu di posisi mana ia berdiri. Terus berkarya dengan segala kekuatan dan pandai bersinergi dengan kesempatan, katanya.

PPI sendiri, sambung Kuni, merupakan perkumpulan penyair perempuan di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Komunitas sastra yang dipimpinnya sejak akhir 2018 dan memiliki anggota lebih 70 orang ini memfokuskan karya puisi yang berakar pada tradisi dan kearifan lokal. Digagas oleh Kunni yang kemudian disambut oleh penyair-penyair perempuan lainnya.

Mengapa tradisi atau kearifan lokal yang menjadi sumber inspirasi, sebab Indonesia wujud dari keberagaman budaya, tradisi, kearifan lokal dan bentang alam yang luas.

"Indonesia itu ya keberagaman, baik budaya, tradisi, kearifan lokal dan bahasanya. Bicara Indonesia juga bicara bentang alamnya yang luar biasa. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Puisi bisa menjadi jalan untuk Indonesia dulu dan kini," beber Kunni.

Lebih lanjut dia mengatakan, PPI lahir bukan untuk menandingi siapapun, tapi bagaimana bisa mengambil peran, mengaktualisaaikan diri, menjadi bagian dalam merawat dan membangun Indonesia secara bersama dengan jalan puisi.

Apa yang dikatakan Kunni juga disampaikannya dalam diskusi Pulang ke Kampung Tradisi yang dilaksanakan di Yogyakarta 1-3 Juli 2022. Kunni hadir sebagai narasumber bersama penyair Yogyakarta Hamdy Salad dan penyair Solo Sosiawan Leak.

Sebagai ketua, Kunni mengucapkan terima kasih kepada anggota PPI yang hadir dari berbagai provinsi dalam acara ini. Apalagi, mereka datang secara swadaya, dan setelah pulang membawa PR yakni menulis puisi tentang Yogyakarta dan segala kekayaan kearifan lokalnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB