PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Dandim 0301 Pekanbaru Kolonel Inf Edi Budiman bersama Pasi Ops Kapten Arh Nirzam, Senin (7/10/2019) melakukan peninjauan dan pendinginan lokasi Kebakaran lahan (Karlahan) di jalan Riau Ujung-Riau Baru gang Muzdalifah, Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru.
Selain dilakukan pendinginan di darat, heli bom air atau Water Booming dikerahkan ke lokasi dibagian dalam lahan yang sulit dijangkau.
"Tadi pagi telah dilakukan pemadaman, dan sekarang dalam proses pendinginan di lokasi kelurahan Tirta Siak kurang lebih seluas 5 hektare," ujar Dandim Pekanbaru, Senin (7/10/2019) kepada wartawan.
Dijelaskan Dandim, kejadian tersebut merupakan 2 minggu yang lalu terjadi dan sudah sempat menyala.
"Terjadi hujan, api padam. Dan ketika beberapa hari tidak hujan, maka terjadi, api keluar lagi, sehingga merembet dari arah bawah gambut naik lagi," kata Dandim.
Untuk itu, sambung Dandim, kita mengerahkan 1 heli melaksanakan waterbooming.
"Kita dari TNI ada 3 tim yang turun ke lokasi dan juga ada dari Polsek, dari Masyarakat Peduli Api. Mereka bergabung disini melaksanakan pemadaman," jelas Dandim Pekanbaru.
Menurut Dandim, api bergerak mengarah ke Sungai Siak.
"Jadi kita saat ini melakukan penyekatan di lokasi ini agar tidak mengarah ke pemukiman. Pengerahan personel dari TNI kurang lebih 20 personel, Polsek 8 orang, dari MPA 8 orang, dari BPBD 10 orang dengan mengerahkan mesin mini striker dan mobil pemadam. Kebetulan disana ada sumber air, jadi mudah dilakukan pemadaman dan pendinginan lokasi Karlahan," urainya.
Kendalanya, kata Dandim, di tempat sebelumnya itu kesulitan sumber air, sedangkan yang sekarang ini ada sumber air dekat.
"Kalau lokasi yang jauh tidak terjangkau, menggunakan heli water booming. Lahan ini lahan gambut, jadi agak susah dilakukan pemadaman. Pendinginan ini sekarang kurang lebih 3 hektare. Ketebalan gambut kurang lebih 2 meter," pungkasnya.
Dandim mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama membuat embung atau sumur-sumur untuk tindakan preventif.
"Dan kita nanti berkoordinasi dengan yang punya tanah. Mudah-mudahan, dengan kejadian seperti ini kita bisa bekerjasama dan mewujudkan itu, sehingga kedepan kita bisa melaksanakan kegiatan preventif itu," tutup Kolonel Edi.
Sementara itu, Kapolsek Payung Sekaki AKP Hidayat yang juga berada di lokasi mengakui pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Belum tentu pemilik lahan itu tersangka atau pelakunya. Jadi, dengan serta mertanya di police line itu adalah Tempat Kejadian Perkara. Namun untuk pelakunya masih dalam penyelidikan. Berdasarkan saksi-saksi dan alat bukti, baru bisa kita tentukan siapa pelakunya. Kalau tidak ada saksi-saksi dan alat bukti, bagaimana kita bisa menentukan pelakunya," kata AKP Hidayat.
Ia menjelaskan, lokasi ini merupakan lahan dari rembetan dari TKP sebelumnya.
"Kita masih melakukan penyelidikan, kita tidak bisa berprasangka, tetap berdasarkan alat bukti," pungkasnya.
Untuk diketahui, lahan yang dilakukan pemadaman dan pendinginan hari ini merupakan kejadian kebakaran lahan yang terjadi pada Minggu (6/10/2019).(fat)