peristiwa

Pelajar dan Mahasiswa Antusias Nobar Film Merah Putih Memanggil

Sabtu, 11 November 2017 | 23:57 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 November, Komando Distrik Militer (Kodim) 0301/Pekanbaru mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk Nonton Bareng (Nobar) film Merah Putih Memanggil, di Trans Studio Pekanbaru.

Komandan Kodim 0301/Pekanbaru Letkol Inf Tunjung Setyabudi S Sos melalui Pasi Ops Kapten Arh Nirzam S Sos menyebutkan kegiatan Nobar berlangsung 2 hari dimulai Jumat malam 10 November 2017 sampai Sabtu malam 11 November 2017.

"Moment Hari Pahlawan ini, kita ajak nonton pada malam hari ini para Santri Pesantren, siswa dan pelajar serta masyarakat umum," kata Kapten Nirzam kepada wartawan usai pemutaran film Merah Putih Memanggil, Sabtu malam (11/11/2017) di Trans Studio Pekanbaru.

Kapten Nirzam berharap, bertepatan Hari Pahlawan ini seluruh elemen masyarakat yang menonton Merah Putih Memanggil ini bisa meneladani semua apa yang telah diperjuangkan para pahlawan.

"Jadi, semangat pahlawannya itu lebih tinggi dan lebih menghargai perjuangan-perjuangan mereka," kata Kapten Arh Nirzam.

Dikatakan Kapten Nirzam, sebuah ungkapan terkenal menyatakan bahwa, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya. Dan Bangsa tanpa pahlawan sama artinya Bangsa yang tak memiliki sebuah kebanggaan. Jika sebuah bangsa tidak memiliki tokoh yang bisa dibanggakan, maka bangsa itu adalah bangsa yang tak memiliki harga diri. Bahkan bisa menjadi sebuah bangsa kelas teri, diremehkan oleh bangsa-bangsa lain.

"Karena itu, sudah sepantasnya setiap bangsa memiliki tokoh yang disebut pahlawan. Seorang Pahlawan akan menjadi sangat penting, karena ia akan memberikan suatu inspirasi dan motivasi. Inspirasi untuk selalu memperbaiki kondisi bangsa ini. Dan memotivasi agar bangsa ini terus bangkit, dan menjadi suatu bangsa yang bisa dibanggakan," jelasnya.

Mengapa 10 November dipilih sebagai Hari Pahlawan, karena pada saat itu para pejuang kemerdekaan bangsa kita bertempur dengan gagah berani bermodalkan bambu runcing untuk melawan tentara Inggris atau Sekutu di Surabaya.

"Padahal saat itu kita hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya para pejuang menggunakan bambu runcing namun para pejuang kita waktu itu tidak pernah sedikitpun merasa gentar saat melawan penjajah. Kita masih ingat tokoh yang terkenal pada saat perjuangan itu yakni Bung Tomo yang mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat siaran-siaran radionya," sebut Kapten Nirzam.

Diuraikannya, setiap tahun kita mengenang akan berbagai macam jasa para pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang jangan hanya bersifat hanya seremonial saja.

"Akan tetapi harus kita maknai sebagai renungan bahwa kemerdeaan itu kita peroleh dengn pengorbanan yang tidak ternilai baik harta benda dan jiwa raga pun kita korbankan. Sehingga kita bisa merasakan kemerdekaan hingga saat ini," tutur Kapten Nirzam.

Sambungnya lagi, memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu.

Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November. Akan tetapi kepahlawanan tidak hanya sekedar itu saja. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Selamat Hari Pahlawan," pungkasnya.

Farhan Firdaus siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Pekanbaru mengapresiasi Kodim 0301/Pekanbaru atas penayangan film Merah Putih Memanggil.

"Filmnya sangat bagus karena ini menumbuhkan jiwa nasionalis kita," katanya.

Ditambahkan Fira siswi kelas XI IPS 1 juga mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0301/Pekanbaru atas diputarnya film tersebut dan mengundangnya beserta teman-teman sekolahnya.

"Dalam film ini, kami sangat bangga menjadi orang Indonesia," sebut Fira.(fat)

Terkini