PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Ahmad S Udi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Riau. Ahmad, Pemimpin Redaksi Riauterkini.com dipilih secara aklamasi dalam Konferensi Wilayah I AMSI Riau yang digelar di Kantor Riauterkini.com, Sabtu (20/10/2017).
Selain Ketua, Konferensi yang dihadiri oleh Koordinator Wilayah Sumatera AMSI Pusat, Agoez Perdana itu, menunjuk Pemimpin Redaksi Riausatu.com Novrizon Burman sebagai Dewan Pengawas AMSI Riau, dan Pemimpin Redaksi Goriau.com Hasan Basri sebagai Dewan Etik AMSI Riau.
“Ini konferensi pertama AMSI di wilayah Sumatera. Semoga setelah dimulai Riau, AMSI provinsi lain di Sumatera segera menyusul menggelar konferensi wilayah," sebut Agoez Perdana yang saat konferensi didampingi Fakhrurrodzi, salah seorang anggota pendiri AMSI yang juga Korwil Kalimantan AMSI Pusat.
''Ini amanah yang tak ringan. Terlebih AMSI merupakan organisasi baru yang perlu pondasi kuat untuk dikembangkan, karena itu saya mengharapkan dukungan dan bantuan teman semua untuk bersama mengembangkan AMSI Riau," ujar Ahmad S Udi saat didapuk menyampaikan pidato perdana.
-
Peserta Konferensi Wilayah I AMSI Riau foto bersama usai pemilihan Ketua AMSI Wilayah Riau.
AMSI adalah organisasi perusahaan media siber, yang didirikan oleh detik.com, liputan6.com, viva.co.id, tirto.id, suara.com, cnnindonesia.com, kabarmakassar.com, merdeka.com, beritasatu.com, beritajatim.com, metrotvnews.com, okezone.com, arah.com, kompas.com, thejakartapost.com, republika.co.id, dream.co.id, otonomi.co.id, bisnis.com, kumparan.com, tribunnews.com, rimanews.com, jatengpos.co.id, tempo.co, riauonline.co.id, dan kapanlagi.com.
Untuk Provinsi Riau, saat ini AMSI beranggotakan 12 media siber yakni riauterkini.com, goriau.com, riausatu.com, cakaplah.com, riauonline.co.id, genews.co.id, potretnews.com, bertuahpos.com, utusanriau.co, dan tribunpekanbaru.com.
Setelah konferensi, Ketua terpilih segera menyusun kepengurusan AMSI Provinsi Riau periode 2017-2020 dan mempersiapkan pelantikan pengurus, dilanjutkan dengan melakukan pembenahan internal dan mendata media siber yang bisa menjadi konstituen Dewan Pers. (rs1)