peristiwa

Pangdam I/BB: Saya Perintahkan ke Jajaran Saya Untuk Tertibkan Geng Motor

Sabtu, 8 Juli 2017 | 21:28 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Wafatnya salah seorang putera bangsa TNI AD Serda Musaini (55) saat melaksanakan tugas mulia membantu masyarakat pada Jumat siang (7/7/2017) ternyata mendapat perhatian serius Pimpinan yakni Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Sumantri.

Pada Sabtu sore (8/7/2017), Pangdam I/BB dari Jakarta menggunakan Pesawat Garuda pun langsung ke Pekanbaru memberikan Keterangan Resmi kepada wartawan terkait gugurnya salah seorang anggotanya yang bertugas sebagai Babinsa di Koramil 06/Kateman yang ditikam oleh seorang pelaku geng motor.

"Sehubungan adanya kejadian yang perlu diketahui sebenarnya dan ini cukup memprihatinkan untuk kita semuanya khususnya saya selaku Pangdam I/Bukit Barisan. Karena kemarin ada anggota saya seorang Bintara Babinsa Serda Musaini meninggal dunia sangat mengenaskan, karena dia saat melaksanakan tugas membantu masyarakat yang meninggal dunia, pada saat ke pemakaman, justru mendapat musibah tersebut," ujar Mayjen TNI Cucu didampingi Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Abdul Karim dalam keterangan Pers, Sabtu sore (8/7/2017) di ruang VIP Lancang Kuning Bandara SSK II Pekanbaru.

Kejadiannya rekan-rekan media semuanya, urai Pangdam, pada saat Jumat 7 Juli 2017 sekira selepas shalat Jumat, Serda Musaini dengan anggotanya Kopda Candra setelah melakukan shalat jenazah lalu mengantar ke pemakaman, yang meninggal warga kampung tagana tersebut.

"Pada saat di perjalanan, ada sekelompok anak muda yang diperkirakan itu merupakan bagian dari kelompok geng motor, ngebut dengan gaya diangkat keatas sehingga mengganggu prosesi pengantaran jenazah ke pemakaman tersebut. Dia dengan jarak 50 meter-an melewati jenazah tersebut, dia nubruk salah satu rumah ustad. sehingga pada saat jalan menuju pemakaman tersebut, ditegurlah dia oleh anggota Sersan Musaini yakni Kopda Candra," kata Pangdam.

'Eh, kamu tahu gak, ini kan kita lagi kedukaan. Kamu malah nyerempet-nyerempet'," tiru Pangdam dalam ucapan Kopda Candra. Dia ngelawan tidak terima, kemudian didekati oleh Serda Musaini.

'Eh, kamu diingatkan kok malah ngelawan. Ini tentara juga'," tiru Pangdam lagi seperti yang diucapkan Serda Musaini.

Menurut Pangdam, merasa tidak terima ditegur atau mungkin kondisi dia (pelaku,-red) lagi oleng atau bisa saja dia lagi mabuk.

Setelah selesai proses pemakaman, kata Pangdam lagi, dia (pelaku,-red) kembali lalu terjadi penusukan kepada Serda Musaini Babinsa tersebut.

"Kita sangat prihatin, karena justru anggota kita yang meninggal dunia tersebut. Dia sedang melaksanakan tugasnya sebagai Babinsa membantu masyarakat disana yang sedang kedukaan mulai dari shalat jenazah sampai mengantarkan ke pemakaman," jelas Pangdam.

Dengan demikian, Pangdam menambahkan, dalam hal ini, saya mendorong aparat keamanan untuk menertibkan geng-geng motor ini.

"Dan saya sendiri, saya perintahkan ke jajaran saya, tidak ada lagi di jajaran Kodam I/Bukit Barisan itu yang wilayah kerjanya Sumatera Utara, Riau, Padang dan Kepri ini untuk menertibkan geng-geng motor yang sangat meresahkan masyarakat, karena ini sudah keterlaluan, bahkan aparat sudah menjadi korban," pungkas Mayjen Cucu.(fat)

Terkini

Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:03 WIB