PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Menyambut Hari Raya Waisak 2561 Buddhist Era (BE) yang tepat pada 11 Mei mendatang, umat Buddha dari berbagai majelis, lembaga, ormas Tionghoa dan generasi muda Buddhis utusan dari beberapa sekolah, Minggu sore (7/5/2017) menggelar Pawai Waisak Bersama di sekitar Kampung Tionghoa Melayu Pekanbaru, dengan titik kumpul di Taman atau Ruang Terbuka Hijau Jalan Ahmad Yani.
Menurut Kong On yang tahun ini dipercayakan sebagai ketua panitia Waisak Bersama Umat Buddha Pekanbaru mengatakan, kegiatan Pawai Waisak merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan ritual Buddhis yang wajib digelar dalam Waisak sebagai hari raya utama bagi umat Buddha di seluruh dunia.
"Untuk meningkatkan persaudaraan umat Buddha dari berbagai tradisi dan latar belakang, maka kegiatan tersebut dilaksanakan di luar tempat ibadah Buddhis," ujar Kong On yang rutin beribadah di Vihara Samdup Cho'Khorling itu.
Dijelaskannya, dalam Pawai Waisak bersama yang digelar setiap tahun itu, akan diusung simbol-simbol suci agama Buddha seperti Buddharupang, kitab-kitab suci, benda-benda persembahan, pataka, bendera Buddhis dan Sang Saka Merah Putih.
Sambil berjalan mengelilingi beberapa ruas jalan, para peserta Pawai Waisak akan memanjatkan doa-doa suci yang dipimpin oleh para Bhikkhu/Bhiksu dan rohaniwan Buddhis lainnya dari beberapa majelis/lembaga keagamaan Buddha.
"Kami juga berdoa, semoga masyarakat, bangsa dan negara kita dijauhkan dari berbagai bencana, dapat hidup rukun sejahtera layaknya satu keluarga yang harmonis," harap Kong On.
Pawai Waisak secara simbolis akan dilepas oleh Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.
Para peserta pawai melewati rute Jalan Ahmad Yani lalu Jalan M Yamin lalu Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Juanda dan berakhir di Jalan Karet.
Di Jalan Karet Kampung Tionghoa Melayu Pekanbaru, diadakan acara ramah tamah antar para hadirin dan pentas seni Buddhis secara sederhana sebagai salah satu Festival Waisak.(rls)