peristiwa

Jufri Zubir Hadiri Halal bi Halal Musholla Mujahaddah

Minggu, 17 Juli 2016 | 09:25 WIB

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - H. Jufri Zubir, bakal calon Walikota Pekanbaru, menghadiri halal bi halal dan silaturahmi di lingkup Musholla Mujahaddah, Jalan Hasanuddin Gang Mujahaddah, Pekanbaru, Sabtu (16/7/2016) malam. Dalam kesempatan itu, Jufri Zubir menyerahkan bantuan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa yang berada di sekitar musholla.
 
Dalam sambutannya, Jufri Zubir merasa terharu karena teringat masa kecil dulu. ''Waktu kecil dulu saya mengaji di musholla ini, bahkan tidur di sini. Saya bangga melihat kekompakan warga dan jamaah Musholla Mujahaddah. Mohon doanya, mudah-mudahan apa yang kita inginkan diridhai Allah SWT,'' ujarnya di hadapan sekitar 60-an warga dan jamaah.

Usai acara yang ditutup dengan tausiah agama dan makan minum bersama itu, kepada riausatu.com, Jufri Zubir mengatakan, halal bi halal adalah ungkapan saling menghalalkan kesalahan dan kekhilafan. ''Saling memaafkan satu sama lain. Setiap orang sadar, tidak ada yang lepas dari kesalahan. Manusia tempatnya salah dan lupa. Idul Fitri dengan kegiatan halal bi halal-nya, membuat umat Islam melebur kesalahannya dengan berbagi maaf tanpa sekat yang membatasi,'' ujarnya.

Menurutnya, ada tiga pelajaran yang bisa dipetik dari kegiatan halal bi halal. Pelajaran pertama adalah pembersihan diri dari segala bentuk kesalahan. Kembali kepada ampunan Allah Yang Sangat Luas. ''Itulah makna hakiki dari kalimat Minal A'idhin wal Faizin yang artinya, semoga kita kembali kepada fitrah dan menang melawan hawa nafsu. Kembali kepada jati diri yang suci bak bayi yang lahir ke muka bumi. Bersih, bening, dan penuh ketulusan,'' sebutnya.

-

Jufri Zubir beserta warga dan jamaah Musholla Mujahaddah serius mendengarkan tausiah agama.

Pelajaran kedua dari halal bi halal adalah membersihkan hati dari rasa benci kepada sesama. Terkadang karena persaingan bisnis atau faktor lainnya, terbesit rasa dendam dan iri hati. ''Mari kita singkirkan penyakit-penyakit pengotor hati itu dalam momentum halal bi halal. Tidak ada lagi kedengkian. Kita ganti dengan kelapangan jiwa. Kita obati kesombongan dengan kerendah-hatian. Kita buang permusuhan dan kita isi dengan persaudaraan,'' tuturnya.

Pelajaran ketiga adalah memupuk kepedulian dan kebersamaan. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari pergaulan dan kebersamaan yang dibangun lewat sikap tolong-menolong. Muslim yang kaya membantu saudaranya yang miskin. ''Sepatutnya rasa gembira seseorang juga memberikan bentuk kenikmatan yang lain, yaitu kenikmatan bersyukur dengan berupaya membagi kebahagiaan itu kepada sesamanya,'' pungkas Jufri Zubir. (rs1)

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB