PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Tudingan bahwa produksi sampah di Kota Pekanbaru adalah bodong, mulai mendekati kenyataan. Dikait-kaitkan sebagai lembaga pembuat master plan sampah di Kota Madani itu, PT Sucofindo Pekanbaru pun membantahnya.
Kepala Cabang PT Sucofindo Pekanbaru Edi Sugiarto menegaskan pihaknya tidak pernah menerima borongan pekerjaan dari Pemerintah Kota Pekanbaru dalam bentuk apapun. Termasuk, pembuatan master plan produksi sampah di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru.
''Saya dinas di Pekanbaru sejak 2014. Seingat saya, kami (PT Sucofindo, red) tidak pernah mengambil pekerjaan dari Pemko Pekanbaru. Apalagi, DKP Pekanbaru,'' ujar Edi Sugiarto ketika dikonfirmasi awak media.
Kendati demikian, dia berjanji akan memeriksa ulang untuk memastikannya. ''Akan saya periksa kembali. Barangkali ada anak perusahaan kami yang mengambil pekerjaan, besok akan saya konfirmasikan kembali,'' tegas Edi Sugiarto.
Seperti diberitakan, dalam jumpa pers Rabu (13/7/2016), PT MIG merasa dizolimi dengan pemberlakuan target angkut sampah sebesar 610 ton per hari. Pasalnya, produksi sampah Kota Pekanbaru tak sampai pada jumlah tersebut.
''Target tonase sampah yang kami dapat dari DKP Pekanbaru, master plannya dari PT Sucofindo. Padahal, data tahun 2014 capaian tonase maksimal di 12 kecamatan hanya 478,05 ton per hari,'' kata GM PT MIG, Yudi Syafrudin.
Menurutnya, master plan yang dibuat PT Sucofindo itu fiktif dan hanya berdasar pada asumsi. ''Tak ada data track record produksi sampah pada tahun sebelumnya di dalam master plan itu,'' pungkas Yudi, didampingi Humas PT MIG Oka Siti Khoiriyah dan Legal PT MIG Edi Junaedi. (rs2)