SELATPANJANG, RIAUSATU.COM-Sejumlah pemuda yang tergabung dalam organisasi Desa Mekarsari berinisiatif menggalang dana dan memperbaiki jembatan lintas Jalan Poros Desa Mekarsari sepanjang 35 x 2,5 meter. Pemuda yang waktu itu dibantu banyak pihak, bergotong-royong membangun jembatan penghubung Mekarsari dengan Kelurahan Teluk Belitung, lantaran tak kunjung mendapat perhatian dari Pemkab Kepulauan Meranti.
Menurut Hairi, Ketua Pemuda Desa Mekarsari, kegiatan ini merupakan swadaya dari masyarakat empat dusun (dusun satu hingga dusun empat, red) Desa Mekarsari. Mereka mengumpulkan dana yang sifatnya tidak mengikat untuk memperbaiki urat nadi penghubung desa di Pulau Padang itu. Dikatakan Hairi lagi, upaya yang dilakukan bersama masyarakat setempat, pihak pemerintahan desa, serta Danramil Merbau ini semata-mata untuk menyelamatkan aktivitas warga agar tidak terisolir yang disebabkan rusaknya akses penghubung antar desa itu.
''Terlaksananya gotong royong ini berkat dukungan dari galangan dana yang diperoleh pemuda Mekarsari dari berbagai pihak,'' ungkap Hairi, Rabu (29/6/2016), sebagaimana dilansir GoRiau.com.
Kata Hairi lagi, harusnya dengan kondisi jembatan yang sudah rusak parah, ditambah kebutuhan jalur lalu lintas oleh banyak masyarakat, harusnya Pemda Meranti cepat menanggapi. Malah, ini terkesan adanya pembiaran, sehingga sudah dua tahun berturut-turut dimasukkan ke dalam Musrenbangdes, pembangunan jembatan penghubung itu tak kunjung terlaksana. ''Ini lah yang kita sesalkan. Sehingga kita mengambil inisiatif menggalang dana terutama dari galangan dana organisasi pemuda Desa Mekarsari untuk memperbaikinya,'' kata Hairi lagi.
''Kita khawatir jembatan ini menelan korban jiwa kalau dibiarkan begitu saja,'' tambah laki-laki bertubuh gempal ini lagi.
Selain kesal kepada Pemda Meranti, Hairi juga mengaku kesal kepada 7 anggota Legislatif daerah pemilihan Meranti IV. Pasalnya, meski sudah disampaikan keluhan tentang rusaknya akses penghubung Desa Mekarsari dengan Kelurahan Teluk Belitung itu, wakil rakyat ini terkesan tidak menanggapi. Semuanya diam tanpa memberikan bantuan sedikitpun untuk memperbaiki jembatan itu.
''Kita harap Pemda mengedepankan kepentingan orang banyak dalam meningkatkan pembangunan insfratruktur khususnya. Jangan pula masyarakat menilai Pemda hanya menghabiskan anggaran pada kegiatan yang tidak-tidak,'' harap Hairi.
Di tempat terpisah, Kades Mekarsari Jais melalui Sekretaris Saprizal mengaku berterimakasih atas inisiatif pemuda. ''Memang sudah sangat lama rusak parah, untuk itu kita berterimakasih atas inisiatif pemuda ini. Kita harap Pemda Meranti ataupun Pemprov Riau mengedepankan pembangunan infrastruktur yang rusak parah dan sifatnya sangat dibutuhkan perbaikannya secepat mungkin,'' harap Saprizal pula. (dri)