PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau terus meningkat. Pantauan satelit pada Kamis (9/6/2016) sore, sebaran hotspot sudah menembus 39 titik yang tersebar di sembilan kabupaten. Padahal pagi tadi, hotspot berstatus nihil.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru merilis, 39 titik panas itu terdapat di Kepulauan Meranti, Kampar dan Rohul dengan masing-masing satu hotspot. Dumai dua hotspot, Siak empat hotspot dan Inhil lima hotspot.
Titik panas juga terdeteksi di Bengkalis dan Rohil dengan masing-masing enam hotspot. "Terbanyak di Kabupaten Pelalawan, kita hitung ada 13 titik panas dengan confidence di atas 30 persen. Kita sudah berkoordinasi dengan Satgas," ungkap Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin.
Meroketnya titik panas itu membuat Riau kembali mendominasi sebaran hotspot di Sumatera. Pasalnya, provinsi lain relatif sedikit. ''Sumbar ada satu titik, Sumsel tiga, Bengkulu lima titik, Aceh delapan titik panas dan Sumut delapan titik panas,'' rinci Sugarin, Kamis sore.
Kata Sugarin, peningkatan hotspot tersebut salah satunya dipicu musim kemarau yang sudah melanda Riau sejak Juni ini. Ini membuat temperatur meningkat. Menurut hitungan, temperatur maksimal Riau mencapai 35 derajat Celcius.
Terkait ini, Kadis Ops TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Yani Amirullah menjelaskan, satgas udara sudah mengerahkan helikopter untuk waterbombing, dengan lokasi yang difokuskan ke Kabupaten Pelalawan. Selain itu, patroli udara untuk memantau titik api juga dilakukan.
''Lokasi atau koordinat yang sulit dijangkau via Satgas darat kita perbantukan dengan waterbombing,'' singkat Henri Alfiandi, sebagaimana dilansir GoRiau.com. (dri)