peristiwa

Pengemis Doyan Datangi Rohul, Ada yang Berpenghasilan sampai Rp300.000/Hari

Redaktur
Senin, 9 Mei 2016 | 17:22 WIB

PASIRPANGARAIAN, RIAUSATU.COM-Kemajuan pembangunan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dalam kurun sepuluh tahun terakhir juga berdampak negatif. Di saat Pemkab Rohul berupaya meminimalisir angka pengangguran, justru masyarakat dari luar daerah berbondong-bondong datang ke daerah ini.

Kemajuan pembangunan di daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk ini dimanfaatkan oleh masyarakat luar daerah dan luar Provinsi Riau mencari uang dengan cara mengemis. Sampai ada pengemis yang diorganisir oleh oknum.

Berdasarkan catatan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kabupaten Rohul belum lama ini, sebagian besar pengemis di Rohul berasal dari beberapa daerah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut).

Beberapa kecamatan menjadi tujuan utama bagi pengemis, seperti Kota Pasirpangaraian Kecamatan Rambah, Kecamatan Ujungbatu, Kecamatan Tandun, dan Kecamatan Kabun.

Seperti di Pasirpangaraian. Setiap hari ada saja pengemis dan pengemis dengan modus kotak infaq berkeliaran di Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Diponegoro. Tanpa segan, mereka mendatangi tempat-tempat usaha masyarakat di pinggir jalan, termasuk warung makan dan kantor instansi pemerintahan.

Hal mengejutkan, beberapa pengemis dikonfirmasi wartawan mengakui mereka lebih senang meminta-minta di Rohul karena masyarakatnya lebih dermawan dari daerah lain.

Keramahan dan sikap dermawan dan suka memberi dari masyarakat Rohul ini menjadi ''ladang emas'' bagi pengemis dari luar daerah dan luar Riau beberapa tahun terakhir.

Seorang pengemis mengaku bernama Raydan, sebagaimana dilansir riauterkini.com, bahkan mengakui penghasilan dari meminta-minta di Kabupaten Rohul, mereka bisa mengumpulkan uang antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per hari.

Tidak sedikit juga pengemis dari luar daerah yang meminta-minta di Kabupaten Rohul yang masih di bawah umur. Dengan alasan mencari uang untuk menafkahi keluarga, anak-anak ini rela meninggalkan bangku sekolah.

Seperti diakui Tiara. Gadis kecil yang mengaku dari Kecamatan Rambah Samo ini mengakui terpaksa putus sekolah karena orang tuanya tidak punya uang. Meski jalan tertatih-tatih dengan wajah pucat, gadis dengan pakaian lusuh ini hampir tiap hari terlihat di Kota Pasirpangaraian.

Kepala Disosnakertrans Kabupaten Rohul Herry Islami mengakui dalam mengatasi pengemis, dinasnya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah asal pengemis.

Ia mengindikasi, ramainya ''pasukan peminta-minta'' ini teroganisir. Pasalnya, dinasnya pernah mengamankan oknum yang mengorganisir para pengemis, yakni mengantar dan menjemput di tempat yang sudah disepakati setiap hari.

Tidak adanya rumah singgah bagi para pengemis, diakui Herry, menyulitkan Disnakertrans Rohul melakukan penertiban. Pasalnya, setelah diamankan, mereka harus dikumpulkan dan diberi pengarahan, sebelum dipulangkan ke daerahnya melalui Pemerintah Daerah setempat. (dri)


Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB