peristiwa

Memalukan! Sampah-sampah Busuk Menumpuk dan Berserakan di Kota Pekanbaru Madani

Redaktur
Minggu, 10 April 2016 | 16:31 WIB

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Tiga hari belakangan ini ada pemandangan memalukan bila kita melintas di ruas-ruas jalan di Kota Pekanbaru. Tumpukan sampah menggunung bahkan sampai memakan badan jalan terlihat berserakan, dan aroma busuk menyeruak keluar di antara kais-kais kaki anjing dan kambing kelaparan.

Semua ini ulah PT Multi Inti Guna, perusahaan pihak ketiga pengangkut sampah di Kota Pekanbaru, yang tidak membayar gaji karyawan petugas angkutan sampah selama dua bulan. Akibatnya, puluhan karyawan PT MIG kembali melakukan mogok kerja sejak Jumat (8/4/2016) menuntut hak mereka dibayar.

-

Tumpukan sampah di simpang Jalan Jenderal dan Jalan Soekarno Hatta (Ahad, 10/4/2016).

''Sesuai perjanjian antara pihak PT MIG, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru serta THL PT MIG, mestinya pada 7 April kemarin, gaji kami dibayar selama dua bulan,'' ujar salah seorang petugas kebersihan PT MIG yang enggan namanya dikutip.

Kinerja PT MIG yang beralamatkan di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 56 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan (Kota) - DKI Jakarta ini, patut dipertanyakan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari dokumen LPSE Pekanbaru, PT MIG memenangkan tender Jasa Angkutan Persampahan di delapan kecamatan Kota Pekanbaru ini pada November 2015, dengan harga penawaran Rp51.031.375.664,00. Itu berarti, biaya angkutan sampah Rp17,7 juta per kecamatan per hari.

-

Sampah busuk berserakan di simpang Jalan Balam dan Jalan Puyuh (Ahad, 10/4/2016).

Informasi yang diperoleh, setiap hari PT MIG harus mengangkut sampah 610 ton minimal, kebersihan di delapan kecamatan, dan laporan-laporan dari masyarakat. Delapan kecamatan itu yakni, Kecamatan Tampan, Payung Sekaki, Sukajadi, Marpoyan Damai, Sail, Pekanbaru Kota, Senapelan dan Limapuluh. Sementara kecamatan yang menjadi tanggung jawab Pemko Pekanbaru, yaitu kecamatan Bukit Raya, Tenayan Raya, Rumbai, dan Rumbai Pesisir.

Sementara dari pantauan riausatu.com di lapangan Ahad (10/4/2016) siang, tumpukan sampah terlihat menggunung dan menimbulkan bau yang tidak sedap di simpang Jalan Jenderal dan Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru. Pemandangan sama juga terlihat di simpang Jalan Balam dan Jalan Puyuh Pekanbaru, di mana tumpukan sampah busuk berserakan memakan badan jalan. Begitu juga di depan rumah dan ruko di sepanjang Jalan Jenderal, Jalan Dahlia, dan Jalan Melur Sukajadi Pekanbaru.

-

Tumpukan sampah rumah tangga di Jalan Melur Sukajadi Pekanbaru (Ahad, 10/4/2016).

''Ke mana ya petugas kebersihan? Sudah tiga hari sampah rumah tangga saya bergelantungan di pagar rumah saya tidak diangkat, mana baunya busuk lagi,'' keluh Wilda, seorang warga di Jalan Melur Sukajadi seraya menbambahkan akibat tumpukan sampah tidak diangkut, banyak kambing dan anjing menggali-gali sampah untuk mencari makan.

Ibu dua anak ini kaget ketika diberi tahu bahwa kawasan Sukajadi termasuk delapan kecamatan yang pengelolaan sampahnya ditangani PT MIG. ''Lha, mestinya rumah saya tidak dipungut lagi uang sampah. Tapi kok rumah saya terus dimintai uang sampah dari kelurahan sebesar Rp30 ribu per bulan, terakhir tiga hari lalu,'' heran Wilda, Ahad (10/4/2016) sore. (rs1)


-

Sampah-sampah di rumah warga, sudah tiga hari tidak diangkat petugas kebersihan PT MIG.

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB