PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Tiga anggota jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau dinominasikan dalam Komisi Kepolisian Nasional Award 2015. Sebab, ketiga bintara tersebut dinilai peduli dan mendidik masyarakat dalam melakukan tugasnya sebagai polisi.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik kepada merdeka.com mengatakan, ketiga anggota Polri yang dinominasikan tersebut adalah Brigadir Suheri Sitorus berasal dari Polres Rokan Hulu, Brigadir David Polres Kampar dan Aiptu Karim Silalahi Polres Siak.
''Mereka dinominasikan Kompolnas Awards atas dedikasi ketiga personel tersebut karena dinilai sangat peduli dengan masyarakat,'' ujar Guntur, Jumat (7/8), sebagaimana dilansir merdeka.com.
Guntur menjelaskan, untuk Brigadir Suheri Sitorus dinominasikan setelah petugas Babinkabtibmas di Desa Pauh, Kabupaten Rokan Hulu itu mengajar baca tulis kepada masyarakat Suku Bonai, Kecamatan Kunto Darussalam sejak tahun 2012, hingga saat ini.
''Brigadir Suheri tidak memungut biaya dari warga, usianya ada yang masih anak-anak ada pula yang sudah berusia 30 tahun ke atas. Ada kepala dusun yang diajarkan untuk membaca dan menulis,'' kata Guntur.
Tak hanya itu, kata Guntur, Brigadir Suheri Sitorus juga rela mengeluarkan dana pribadinya untuk sekedar membeli alat mengajar dan kopi agar menarik dalam mengajar.
''Selain mengajarkan baca tulis, Brigadir Suheri juga memberikan ajaran mengaji kepada masyarakat tersebut,'' kata Guntur.
Sedangkan Brigadir David, yang bertugas sebagai anggota Babinkantibmas Polres Kampar memberdayakan ekonomi masyarakat dengan cara memberikan pelajaran kepadla pemuda setempat dengan keterampilan tertentu.
''Kalau Brigadir David, dia mengajarkan keahlian perbengkelan kepada pemuda yang menganggur agar memiliki keahlian dan bisa dapat kerja atau bahkan bisa buka usaha sendiri,'' terang Guntur.
Selain itu, Brigadir David juga mengasah keterampilan kepada para nelayan agar dapat mengatur keuangan para nelayan dalam menampung ikan hasil sungai.
''Keterampilan ekonomi kepada nelayan juga diajarkan agar harga yang dihasilkan menjadi lebih layak,'' jelas Guntur.
Nah, berbeda pula cara yang digunakan Aiptu Karim yang bertugas di Sungai Apit kabupaten Siak ini. Dia mengajarkan masyarakat untuk mengatur perekonomian guna kestabilan harga getah karet.
''Aiptu Karim membina petani karet untuk menghindari para pengepul yang kerap mematok harga rendah, agar tidak terjadi gesekan antar petani karet,'' imbuhnya.
Ketiga polisi bawahan ini dinominasikan pada Kompolnas Award 2015, agar nantinya dapat menjadi contoh kepada polisi lainnya sebagai kontribusi dan memberdayakan masyarakat setempat.
''Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh untuk anggota polisi di daerah lainnya, agar masyarakat merasa nyaman di dekat polisi, dan hidup sejahtera dengan keterampilan yang diajarkan,'' jelas Guntur. (dri)