peristiwa

Viral Perempuan Asal Agam Sumbar Disekap di Myanmar, Menangis Minta Tolong untuk Dipulangkan

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:14 WIB
Kepala BP3MI Sumbar, Jupriyadi. (f: kompas.com)

Lowongan kerja dengan iming-imim gaji besar, bonus melimpah, fasilitas lengkap, dan klaim bahwa pekerjaan yang dilakukan sangat mudah.

Namun, alih-alih mendapatkan pekerjaan yang layak, korban justru diduga dipaksa bekerja di sektor industri penipuan daring (online scamming).

"Kami pastikan arahnya ke online scam. Wilayah konflik di Myanmar memang berisiko tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk memverifikasi ulang setiap lowongan kerja luar negeri yang ada di media sosial melalui Dinas Tenaga Kerja setempat atau ke kantor BP3MI," katanya.

Kasus yang menimpa Ayu Elsi ini menjadi kasus TPPO bermodus penyekapan pertama (perdana) yang menimpa warga asli Sumatera Barat.

Kasus ini dinilai ironis karena saat ini tren minat warga Sumbar untuk menjadi PMI legal sedang tumbuh sangat positif.

Berdasarkan data resmi BP3MI Sumatera Barat, minat warga lokal untuk bekerja ke negara-negara aman dengan keahlian khusus (skilled labour) mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Di tahun 2025, ada sebanyak 600 orang jadi PMI, jumlah ini meningkat di tahun 2026, hingga Juni sudah 400 orang yang berangkat.

"Sumatera Barat memang bukan basis utama PMI tradisional seperti beberapa daerah lain di Sumatra. Namun, minat ke Jepang sangat tinggi di sini karena warga melihat negaranya aman dan gajinya menjanjikan. Mereka yang berangkat secara resmi adalah pekerja yang cerdas dan memiliki kompetensi," kata Jupriyadi.

BP3MI menegaskan bahwa negara-negara seperti Myanmar, Kamboja, dan Laos merupakan kawasan berisiko tinggi (high risk) bagi pekerja migran.

Pemerintah Indonesia tidak memiliki kerja sama penempatan tenaga kerja resmi dengan negara-negara tersebut.

Oleh karena itu, siapa pun warga negara Indonesia yang diberangkatkan bekerja ke sana dapat dipastikan menjadi korban penempatan ilegal dan rentan terhadap TPPO.

Saat ini, BP3MI Sumbar bersama jajaran Polda Sumbar yang tergabung dalam tim Gerakan Migran Aman terus melakukan mitigasi dan sosialisasi secara masif, termasuk memasang videotron edukasi di Kota Padang dan wilayah Sumbar lainnya guna mencegah jatuhnya korban baru.***

Halaman:

Tags

Terkini

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB

Lagi, Harimau Sumatera Terkam Manusia di Riau

Senin, 13 Juli 2026 | 16:28 WIB

BMKG Sebut Hari Ini di Riau Tanpa Potensi Hujan

Senin, 13 Juli 2026 | 09:38 WIB