BANDUNG, RIAUSATU.COM - Program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ yang digagas Promedia Group bersama PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) masih terus berlanjut, dan kini giliran wartawan sekaligus editor Koran Gala dan KoranGala.id, Kiki Kurnia, yang menerimanya.
Kiki yang tinggal di Komplek Bumi Bhakti Abadi (BBA) A 9 Cijeruk, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung terpilih untuk ganti atap kamar utamanya yang sebelumnya menggunakan seng dan asbes diganti dengan produk atap Alduro.
Sebagai tambahan informasi, program ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan insan pers.
Melalui program ini diharapkan semakin banyak wartawan yang memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman, sehingga dapat menjalankan tugas jurnalistik dengan lebih baik dalam melayani kepentingan masyarakat.
Proses Penggantian yang Cepat
Penggantian atap tersebut dipimpin oleh Junaeri dari Jakarta yang datang langsung setelah rumah diverifikasi beberapa hari sebelumnya. Dalam proses pengerjaannya, penggantian atap berlangsung selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa, 13-14 Juli 2026.
Awalnya, penggantian atap rumah wartawan ditargetkan selesai dalam tiga hari. Namun, berkat kekompakan tim yang bekerja profesional, pekerjaan berhasil diselesaikan dalam dua hari.
Selain dukungan penuh dari seluruh pihak, kondisi cuaca yang bersahabat mendukung proses pemasangan atap Alduro.
Selain mengganti atap lama yang menggunakan seng dengan atap Alduro, tim juga melakukan perbaikan pada bagian plafon kamar utama agar kondisi hunian menjadi lebih nyaman dan sehat.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur terpilih dalam program ini. Saya tidak menyangka sama sekali akan menjadi penerima manfaat. Selama menjadi jurnalis, saya ikut membantu mengusulkan dengan memberitakan kondisi rumah masyarakat yang membutuhkan bantuan. Tapi kali ini, saya sendiri yang mendapat perhatian. Alhamdulilah masih banyak yang peduli terhadap sesama insan pers,” ucap Kiki.
Kamar Kurang Nyaman saat Pakai Asbes dan Seng
Menurut Kiki, belasan tahun atap kamar utamanya menggunakan asbes, sehingga menimbulkan berbagai macam persoalan khususnya kesehatan. Selain itu, suhu dalam kamar sangat panas dan gerah, terutama saat musim kemarau seperti sekarang ini.
“Kalau hujan turun suaranya berisik, bahkan saya dan isteri terkadang merasa takut, apalagi hujan disertai angin kencang. Pasalnya atap asbes sempat terbang terbawa angin kencang, sehingga kamar utama kami basah kuyup (kebanjiran),” ungkap Kiki.
“Alhamdulillah sekarang sudah diganti menggunakan atap Alduro. Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi lagi (atap terbawa angin). Intinya kamar kami jauh lebih sehat dan adem saat cuaca panas,” tambahnya.