Sementara itu, untuk pilar Temukan dan Obati, Diskes Riau aktif melakukan pengetesan massal demi memutus mata rantai penularan, di mana sepanjang tahun 2025 telah dilakukan tes terhadap 195.298 orang.
Bagi warga yang terdeteksi positif, Diskes berkomitmen memberikan pendampingan pengobatan.
Saat ini, terdapat 4.222 ODHIV di Riau yang sedang menjalani Terapi Antiretroviral (ARV), dan Diskes Riau memastikan stok obat yang dialokasikan Kementerian Kesehatan RI dalam kondisi aman dan cukup.
Melalui pengobatan ARV yang teratur, langkah terakhir adalah mempertahankan kadar virus dalam darah ODHIV agar tetap ditekan (tersupresi).
Dengan menekan kadar virus, risiko penularan kepada orang lain dapat diminimalisasi secara drastis.
Meski demikian, Egawati menegaskan bahwa penanggulangan HIV di Riau tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergitas dan dukungan dari seluruh lapisan sektor masyarakat.***