peristiwa

8 Media Diserang DDoS: Promedia Kantongi Indikasi Pelaku, Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:07 WIB
CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono.

BANDUNG, RIAUSATU.COM — Serangan siber terhadap delapan media yang tergabung dalam ekosistem Promedia Group memasuki babak baru.

Setelah melakukan penelusuran teknis selama sepekan, Promedia mengungkap telah mengantongi sejumlah indikasi mengenai pihak yang diduga berada di balik serangan Distributed Denial of Service (DDoS) tersebut dan tengah menyiapkan langkah hukum.

Serangan yang menyasar sejumlah media dalam jaringan Promedia Group itu diduga dilakukan secara terarah, terutama terhadap artikel atau URL tertentu yang memuat pemberitaan mengenai dugaan tindak pidana korupsi.

CEO Promedia Group Agus Sulistriyono mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan berbagai bukti teknis terkait serangan tersebut.

Bukti itu, kata dia, menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pelaporan kepada aparat penegak hukum.

"Kami telah mengumpulkan berbagai bukti teknis dan mengantongi sejumlah indikasi yang sedang kami dalami. Promedia bersama pemilik media yang terdampak sedang mempertimbangkan langkah hukum," ujar Agus di Bandung, Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut Agus, serangan terhadap infrastruktur digital media tidak dapat dipandang sebagai gangguan teknis semata.

Pola serangan yang terjadi menunjukkan adanya dugaan keterkaitan dengan pemberitaan tertentu yang dipublikasikan oleh sejumlah media.

Media yang terdampak dalam serangan tersebut antara lain Riausatu.com, Sawitku.id, Jatimnetwork.com, Suara Merdeka Solo, Berita Senator, Kabarindo, Alifnews, dan Poros Jakarta.

Agus menegaskan, setiap pihak yang merasa keberatan terhadap sebuah pemberitaan memiliki ruang untuk menggunakan mekanisme penyelesaian sengketa pers, seperti menyampaikan hak jawab, hak koreksi, atau berkomunikasi langsung dengan redaksi.

"Kalau ada pihak yang keberatan terhadap sebuah berita, tempuh mekanisme pers. Hubungi redaksi, gunakan hak jawab, atau komunikasikan dengan Promedia. Jangan menggunakan cara-cara yang melanggar hukum," katanya.

Serangan Capai 160 Juta Request

Direktur Teknologi Informasi Promedia Group Rahmad Maulana menjelaskan, selama tujuh hari terakhir pihaknya mencatat lebih dari 160 juta permintaan akses (request) yang masuk ke sejumlah media anggota dan terindikasi sebagai bagian dari serangan DDoS.

Serangan terbesar, kata Rahmad, terjadi terhadap Poros Jakarta dengan jumlah sekitar 32 juta request dalam satu gelombang serangan pada Senin, 22 Juni 2026.

"Serangan DDoS dilakukan dengan membanjiri server menggunakan sejumlah besar request secara simultan. Tim kami telah mendokumentasikan seluruh jejak digital serangan dan melakukan berbagai langkah mitigasi agar layanan media tetap berjalan normal," ujar Rahmad.

Halaman:

Tags

Terkini