Hendra Susanto sebelumnya menegaskan tidak mengetahui adanya pencatutan namanya dan tidak memiliki kepentingan dalam proses pemenangan proyek apa pun, baik di lingkungan Pertamina maupun SKK Migas.
“Nama saya sering digunakan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi mereka,” ujar Hendra saat dikonfirmasi Riau Satu, pada Sabtu siang, 2 Mei 2026.
Ia juga meminta agar setiap pihak yang menemukan praktik pencatutan nama tersebut segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
“Kalau ada yang menjual nama saya, mohon diabaikan saja,” katanya.
Menjawab pertanyaan terkait Gita Natalius, Hendra mengaku pernah bertemu satu kali di Bandung saat diajak seorang rekannya berkunjung ke vila milik Gita.
Dalam pertemuan tersebut, Gita sempat menawarkan sapi kurban secara cuma-cuma, namun ditolak oleh Hendra.
Gita Natalius Bungkam
Dikonfirmasi Riau Satu baik via telepon selular maupun pesan WhatsApp, pada Jumat, 1 Mei 2026, Gita Natalius tidak mengangkat gadget-nya dan membalas pertanyaan yang dikirim, sampai berita ini di-posting.
Pun ketika dicoba minta tolong kepada Danny Effendy —Direktur PT Gemilang Pratama Polykem di mana Gita Natalius sebagai komisaris— agar disampaikan konfirmasi media ini, tidak direspon sampai berita ini tayang.
Lebih lanjut Yusri mengatakan, Gita Natalius diduga mengaku sebagai pejabat BPK saat berada di area penerima tamu kantor Pertamina.
"Menurut sumber saya, setiap pagi sekitar pukul tujuh, dia rutin ke kantor BPK sebelum beraktivitas ke Pertamina dan SKK Migas, sorenya ke rumah-rumah pejabat BPK. Entah benar atau tidak, sebaiknya Gita merespon konfirmasi oleh media jauh lebih baik daripada bungkam” demikian Yusri. ***