JAKARTA, RIAUSATU.COM - Umat Islam di Indonesia mulai menghitung hari menuju datangnya Ramadhan 1447 Hijriah atau Ramadhan 2026, yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari tahun depan.
Berdasarkan hasil hisab Pimpinan Pusat Muhammadiyah, seperti dilansir kompas.com, awal Ramadhan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan tersebut tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2025 tentang hasil hisab awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.
Dengan merujuk pada Selasa (11/11/2025), maka waktu menuju awal puasa Ramadan 2026 tinggal 99 hari lagi.
Tahun ini menjadi istimewa karena Muhammadiyah untuk pertama kalinya menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), menggantikan metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini dipakai.
Dikutip dari muhammadiyah.or.id, KHGT merupakan metode hisab modern yang dirancang agar umat Islam di seluruh dunia memiliki kalender Hijriah yang seragam dan terintegrasi.
Metode ini menghitung posisi hilal berdasarkan keseragaman waktu internasional, bukan hanya pada satu wilayah pengamatan.
Sistem KHGT disahkan dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta dan mulai diterapkan untuk penentuan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha mulai tahun 2026.
Dengan sistem ini, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, dan 1 Syawal 1447 H (Idul Fitri) pada Jumat, 20 Maret 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk mewujudkan kalender Islam global yang lebih ilmiah, akurat, dan konsisten.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan tanggal resmi awal Ramadan 2026.
Penetapan akan dilakukan melalui sidang isbat nasional pada 29 Syaban 1447 H, setelah pelaksanaan rukyatul hilal di berbagai titik di Indonesia.
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menjelaskan bahwa pemerintah masih menggunakan gabungan metode hisab dan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Hijriah.
"Sidang isbat menjadi forum resmi yang menggabungkan data hisab dan hasil rukyatul hilal, lalu disepakati bersama antara pemerintah, ormas Islam, dan para ahli falak,” ujar Kamaruddin, dikutip dari Antara, beberapa waktu lalu.
Apabila hasil rukyatul hilal berbeda dengan perhitungan Muhammadiyah, maka awal puasa versi pemerintah kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.