Menurutnya, keberhasilan Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 tidak hanya diukur dari penindakan, tetapi juga dari seberapa besar kesadaran masyarakat meningkat melalui kegiatan preemtif seperti ini.
"Operasi Patuh bukan hanya soal penindakan, tapi bagaimana Polantas hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan persuasif dan edukatif. Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan agar budaya tertib berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh dari kesadaran sendiri, bukan karena takut ditilang," tegasnya.
Sri Yana, warga Sukajadi yang beruntung mendapatkan helm SNI, mengungkapkan apresiasinya kepada Polantas atas kegiatan yang berlangsung hangat dan bermanfaat.
"Saya senang bisa ikut serta dan mendapatkan informasi langsung tentang tata tertib lalu lintas. Kehadiran petugas di CFD seperti ini sangat membantu, bukan hanya dari sisi edukasi tapi juga menciptakan rasa aman. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut ke depannya," ujar Sri Yana.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari pengunjung CFD. Mereka tampak aktif berinteraksi dengan personel Ditlantas, mengikuti sesi edukasi, dan banyak yang memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama para Polwan Ditlantas yang tampil ramah dan bersahabat. Suasana akrab dan penuh kehangatan ini semakin memperkuat citra Polantas sebagai sahabat masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan sinergi positif antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan lalu lintas yang aman serta lingkungan yang lestari. ***