-
Sylena LW untuk kapal kecil seperti OPV,
-
Sylena MK1 untuk kapal sedang hingga besar seperti korvet dan fregat,
-
Sylena MK2, yang menawarkan perlindungan tambahan terhadap torpedo dan dapat dilengkapi modul anti-laser SEAMOSC.
Lacroix juga memperkenalkan sistem penangkal rudal berbasis teknologi corner reflector bernama SEALEM, yang lebih efektif daripada chaff dalam menghadapi rudal berpemandu radar.
Di bidang bawah laut, perusahaan ini menyediakan sistem umpan sonar dan sinyal komunikasi untuk kapal selam agar dapat menghindari deteksi musuh.
Adapun dalam bidang pelatihan, Lacroix menyediakan perangkat simulasi tempur berbasis piroteknik untuk latihan operasional dan peperangan elektronik.
Untuk kebutuhan antariksa, Lacroix mengembangkan komponen piroteknik seperti inisiator, aktuator, dan perangkat penunda yang dirancang agar tahan dalam lingkungan ekstrem, termasuk peluncuran roket dan satelit.
Jejak Global dan Kemitraan di Indonesia
Hingga kini, Lacroix telah hadir di lebih dari 30 negara dan didukung oleh lebih dari 100 insinyur dan teknisi.
Produk-produknya digunakan oleh militer berbagai negara, termasuk angkatan laut Mesir dan Oman.
Di Indonesia, Lacroix telah membuka kantor perwakilan dan menjalin kemitraan dengan sejumlah entitas.
Beberapa produk sudah digunakan oleh TNI, seperti flares untuk pesawat tempur F-16 dan FA-50.
Lacroix juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan produsen kendaraan tempur nasional, PT Sentra Surya Ekajaya (SSE), untuk melengkapi kendaraan tempur buatan dalam negeri dengan sistem perlindungan darat berbasis piroteknik dari Lacroix.
Sebagai bagian dari ekspansi di kawasan Asia Tenggara, Lacroix akan ikut serta dalam pameran Indo Defence 2025 yang akan berlangsung pada 11–14 Juni 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Partisipasi ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung modernisasi pertahanan regional.