PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Sosok Raja Isyam Azwar, dianggap memiliki endapan “pembacaan” atas samudera semesta jurnalisme.
Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau itu juga mempunyai sejarah kepemimpinan mumpuni di media cetak dan elektronik.
Penilaian itu disampaikan oleh budayawan dan guru besar Universitas Riau, Prof Yusmar Yusuf, kepada sejumlah media di Pekanbaru, Rabu (6/12/2023).
“Lincah berinteraksi secara berkaidah. Itulah modal agung yang dipunyai Raja Isyam Azwar yang anti kemapanan. Lewat terobosan-terobosan genial, dia beradu dengan segala gelombang zaman,” ujar Yusmar.
Sejak awal reformasi, demikian Yusmar, dalam silat gayung Isyam menakhodai media khusus politik yakni WataN.
WataN, ketika itu, adalah media jangkauan menengah. Selain WataN, lanjut Yusmar, Isyam juga pemimpin media berwawasan kebudayaan yang kuat dulu, yakni Riau Pos.
"Kini menerajui media yang mendekati mati suri, Genta, dan menyala kembali di tangan Isyam," sebutnya.
Menurutnya, Isyam telah menempuh berbagai lautan gelombang dunia media. Di awal masa Reformasi, dengan menakhodai WataN.
"Pada masa puncak jaya media cetak, dia menerajui Riau Pos. Lalu, kini di era senja media cetak menjadi pemimpin Genta," beber Yusmar.
Yusmar menjuluki Isyam sebagai The Golden Boy, yang gaul, hangat, dan gentle.
Itulah modal yang dirindui oleh sosok pengurus partai politik atau calon anggota legislatif, tukasnya.
"Tapi, Isyam tak tergoda menuangkan diri dan menyepuh dirinya di ruang politik praktis yang pro-baliho itu,” tutur Yusmar.
Latar belakang kesarjanaan yang bersilang dengan profesi kewartawanan, lanjut Yusmar, menunjukkan bahwa Isyam memang sosok yang peduli akan kehadiran garis demarkasi produktif urban-rural: ngopi-ngopi ganteng dan pekebun sepi di ruang pastoral pedesaan.
Pandanglah ke masa depan, dan jangan gamang menyentuh titik terendah. Regarde toujours devant, n'aie pas peur de toucher le fond, istilahnya.
"Mungkin inilah, wawasan Isyam tentang kehidupan dan jurnalisme sebagai benderang semesta itu,” pungkas Yusmar. ***