PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Tidak terima dengan jawaban panitia lelang Kelompok Kerja (Pokja) 02/Dis.KP/T proyek Pengadaan Kapal Perikanan di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau Tahun 2023, Direktur CV. Bengkalis Marine Fiber (BMF), Azemi, memasukkan laporan pengaduan kepada Pengguna Anggaran (PA) atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) DKP Riau.
‘’Kita telah memasukkan laporan pengaduan kepada PA atau KPA DKP Riau dan juga kepada Kepala Inspektorat Provinsi Riau, karena kami nilai jawaban Pokja menggugurkan CV. Bengkalis Marine Fiber mengada-ada dan dicari-cari,’’ ujar Azemi kepada riausatu.com, di Pekanbaru, Kamis (22/6/2023) pagi, seraya menyerahkan fokopi surat pengaduannya.
Dalam surat pengaduannya kepada PA atau KPA DKP Riau dan Kepala Inspektorat Provinsi Riau tertanggal 19 Juni 2023 itu, Azemi kembali menegaskan, CV. BMF digugurkan karena “Tidak menyampaikan bukti foto peralatan tukang sesuai dengan yang dipersyaratkan pada spesifikasi teknis”, adalah alasan yang dicari-cari.
Dia menjelaskan bahwa pada proses lelang Pengadaan Kapal Perikanan di DKP Riau pada 2022, CV. BMF dinyatakan sebagai pemenang karena memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
‘’Foto-foto peralatan yang kami gunakan pada tahun itu sama dengan foto-foto peralatan yang kami gunakan pada lelang Pengadaan Kapal Perikanan saat ini, serta foto tersebut murni milik perusahaan kami sendiri dan dapat dipertanggungjawabkan kebenaran atau keasliannya,’’ tegas Azemi.
Azemi membeberkan, perusahaan pemenang CV. Fatih Bahari Engineering (FBE) tidak memiliki galangan kapal sendiri dan mendapatkan dukungan dari galangan kapal milik Politeknik Negeri Bengkalis; hakikatnya merupakan sekolah tinggi milik Pemerintah dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan bisnis.
‘’Atas hal tersebut, kami meminta kepada PA atau KPA agar dapat melakukan verifikasi faktual terhadap galangan yang memberikan dukungan kepada CV. Fatih Bahari Engineering tersebut, karena kami menduga galangan tersebut milik Politeknik Bengkalis,’’ tulis Azemi.
Dia juga menduga adanya konspirasi antara Konsultan Perencana dan Rekanan/Pemenang untuk mengkondisikan persyaratan Kualifikasi Teknis pada Tenaga Ahli yaitu Pengawas Lapangan yang mengharuskan Tenaga Ahli Lulusan Pasca Sarjana/S2 Teknik Produksi dan Material Kelautan.
Sayang, ketika dikonfirmasi riausatu.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (22/6/2023) siang, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Johny Custer, ST, MT tidak menjawab pertanyaan yang dikirim, padahal terlihat dua contreng biru tanda sudah dibaca. Pertanyaan terkait dukungan galangan kapal milik Politeknik Negeri Bengkalis, kepada CV. FBE.
Seperti diberitakan media siber ini, proses lelang Pengadaan Kapal Perikanan di DKP Provinsi Riau Tahun 2023 yang dimenangkan oleh CV. Fatih Bahari Engineering, dengan harga penawaran Rp2.753.918.880,00,- mendapat protes keras dari peserta.
Azemi, Direktur CV. Bengkalis Marine Fiber (BMF), dalam surat sanggahannya melalui aplikasi SPSE tertanggal 11 Juni 2023 mengatakan bahwa, panitia lelang dalam hal ini Kelompok Kerja (Pokja) 02/Dis.KP/T telah melakukan kesalahan dalam melaksanakan evaluasi.
Berita Terkait:
https://www.riausatu.com/peristiwa/4299155825/diduga-direkayasa-peserta-lelang-pengadaan-kapal-perikanan-di-dkp-riau-ini-protes-keras
Bahkan, dia menuding terjadi dugaan rekayasa dalam proses lelang. ‘’Kita duga ada persekongkolan dalam proses lelang ini, sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat,’’ sebut Azemi, kepada riausatucom, di Pekanbaru, Kamis 15/6/2023) pagi. ***