PEKANBARU, RIAUSATU.COM - H. Aswandi SE, tokoh masyarakat Provinsi Riau yang berasal dari Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dan lama bergerak di bidang usaha jasa konstruksi, mengklaim dirinya sebagai sosok yang paripurna sebagai orang Pasaman.
"Jangan ragukan kepasamanan saya," katanya dalam silaturahmi dan dialog dengan para mahasiswa di Pekanbaru yang berasal dari Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat (Pasbar) di Pekanbaru, Jumat (10/3/2023) malam. Silaturahmi dan dialog itu juga dihadiri sejumlah tokoh Riau yang berasal dari Pasaman dan Pasbar.
Aswandi merupakan tokoh pengusaha yang akan maju menjadi calon anggota legislaif (caleg) untuk DPR-RI di ajang Pemilu 2024 mendatang. Menaiki perahu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Aswandi akan ikut pertarungan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar II.
Dalam acara yang dihadiri puluhan mahasiswa asal Pasaman dan Pasbar itu, Aswandi kemudian menguraikan bahwa ayahnya, Almarhum Ali Amran Dt. Godang, berasal dari Kumpulan, Pasaman. Sementara ibunya, Almarhumah Hj. Syafia, berasal dari Kampung Jambak, Bonjol.
Aswandi menikahi teman sesama kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand) Padang. "Isteri saya asli Pasaman Barat, tepatnya di Silaping," kata Aswandi.
"Saya ini reinkarnasi dari Pasaman lama," katanya. Yaitu, Kabupaten Pasaman yang saat itu belum terpecah menjadi dua daerah otonom. "Saya asli Pasaman, dan sumando dari urang Pasaman Barat," tandasnya.
Aswandi kemudian menghubungkan dengan fakta yang ia jalani selama ini, yaitu ia diidentikkan oleh banyak orang sebagai sosok yang berasal dari Bukittinggi. "Saya bukan berasal dari kota itu," tandasnya.
Diakui Aswandi, sebagian dari penggalan panjang sejarah hidupnya memang ia lalui di Bukittinggi, termasuk tanah tempat ia lahir. Di Kota Wisata itu pula Aswandi menjalani masa pendidikan, mulai dari jenjang SD sampai SMA. Baru ketika kuliah ia pindah ke Padang, menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi Unand.
"Tamat dari Unand tahun 1991, pada tahun 1993 saya merantau ke Kota Pekanbaru," kenangnya.
Memiliki latar belakang akademis sebagai sarjana ekonomi, di Pekanbaru Aswandi malah mencempungi dunia jasa konstruksi sebagai pilihan hidupnya. Aswandi eksis dan sempat berjaya di sektor pengabdian yang satu ini.
Sampai kemudian, ia terpilih menjadi Ketua Gapeksindo Riau. "Saat menjadi Ketua Gapeksindo Riau, saya mengantarkan Gapeksindo Riau menjadi yang terbaik di tingkat nasional, dan mendapat hadiah berupa satu unit mobil dari DPP Gapeksindo," katanya.
Pada 2011, tambah Aswandi, ia terpilih menjadi Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Riau. Jabatan ini diemban Aswandi selama dua periode berturut-turut, dan baru berakhir pada 2021. (syf)