Di Tengah Fiskal Tertekan, DPRD KBB Bukber di Hotel Mewah

photo author
Febriyanto RS, Riau Satu
- Selasa, 3 Maret 2026 | 14:09 WIB
Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi Idris. (f: istimewa)
Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi Idris. (f: istimewa)

BANDUNG BARAT, RIAUSATU.COM – Sorotan publik mengarah pada kegiatan buka puasa bersama yang digelar DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) di hotel berbintang kawasan Lembang.

Acara yang berlangsung di L’Eminence Golf & Resort pada Senin, 2 Maret 2026 itu dinilai tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran yang tengah digalakkan pemerintah pusat.

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD KBB, jajaran OPD, serta Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail bersama Wakil Bupati Asep Ismail.

Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi Idris, menegaskan pemilihan lokasi tidak perlu dipersoalkan karena hotel sedang menawarkan harga promosi.

Menurutnya, momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang komunikasi antara legislatif dan eksekutif.

Bupati Jeje Richie Ismail menyampaikan bahwa kehadirannya hanya untuk memenuhi undangan DPRD, sementara penentuan lokasi sepenuhnya menjadi kewenangan Sekretariat DPRD.

Ia menilai kegiatan tersebut tetap bermanfaat untuk memperkuat koordinasi pemerintahan daerah.

Meski demikian, kritik masyarakat muncul karena acara digelar di hotel berbintang.
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 menekankan efisiensi anggaran, termasuk pembatasan kegiatan seremonial di hotel.

Kondisi fiskal KBB juga sedang tertekan, dengan pengurangan pendapatan daerah sekitar Rp130 miliar akibat penyesuaian DAK dan DAU.

Warga menilai kegiatan seharusnya bisa dilakukan di tempat sederhana, terlebih Bandung Barat masih menghadapi dampak bencana longsor di Pasirlangu, Cisarua.

Warga Ngamprah, Suryana (47) mengatakan, pelaksanaan acara di hotel berbintang menimbulkan kesan tidak sensitif terhadap situasi daerah.

“Kalau memang sedang efisiensi, kenapa harus di hotel bintang lima? Walaupun ada promo tetap saja kesannya mewah,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan Rina (38), warga Padalarang. Ia menilai kegiatan silaturahmi antarpejabat tetap bisa dilakukan tanpa harus memilih lokasi yang terkesan mewah.

“Silaturahmi itu bagus, tapi tempatnya juga harus disesuaikan dengan kondisi. Banyak kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak, apalagi Bandung Barat masih berduka dengan longsor di Pasirlangu Cisarua,” katanya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Febriyanto RS

Tags

Rekomendasi

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB
X