“Kader HIMMAH tidak boleh menjadi penonton dalam era kecerdasan digital,” ucapnya.
Di saat bersamaan, Razak mendorong kader untuk meningkatkan kapasitas akademik hingga tingkat S3 dan spesialisasi guna memperkuat peran strategis di masyarakat.
Ia menekankan bahwa kader HIMMAH harus unggul secara spiritual, moral, dan intelektual agar mampu berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045.
Dalam penutupnya, Razak menegaskan bahwa HIMMAH mendukung pemerintahan Prabowo–Gibran, TNI–Polri, dan Kabinet Indonesia Maju selama sejalan dengan Asta Cita Presiden.
Namun ia menegaskan HIMMAH tetap bersikap kritis terhadap kementerian atau pejabat yang bertentangan dengan nilai dakwah Al Washliyah.
“Transformasi HIMMAH telah dimulai. Dari hari pelantikan ini, 26 November 2025, kita bergerak lebih modern, lebih terstruktur, dan lebih siap menghadapi masa depan. Semoga Allah meridai langkah kita,” ujarnya. ***