PWI dan Jenderal Dudung Satu Suara: Media Harus Jadi Benteng Bela Negara

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Rabu, 12 November 2025 | 20:41 WIB
Hasil pertemuan PWI Pusat dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Rabu, 12 November 2025, sepakat media harus jadi benteng bela negara. (f: humas PWI)
Hasil pertemuan PWI Pusat dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Rabu, 12 November 2025, sepakat media harus jadi benteng bela negara. (f: humas PWI)

JAKARTA, RIAUSATU.COM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, sepakat bahwa media memiliki peran strategis sebagai benteng bela negara di tengah derasnya arus informasi digital.

Kesepahaman itu mengemuka dalam pertemuan di Kantor Penasihat Khusus Presiden, Jakarta, Rabu, 12 November 2025.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyebut insan pers memiliki tanggung jawab besar menjaga integritas profesi sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.

Di era informasi yang kian terbuka, menurutnya, wartawan dituntut tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga menegakkan nilai-nilai moral dan etika publik.

“PWI ingin menjadi garda terdepan menjaga integritas dan etika profesi. Kita tidak boleh kalah oleh derasnya arus informasi digital yang sering kali menyesatkan publik,” ujar Munir.

Munir menegaskan, PWI tengah menyiapkan program bersama yang menempatkan jurnalis sebagai agen penguat persatuan bangsa dan harmoni sosial.

Ia meyakini, karya jurnalistik yang mendidik dan beretika merupakan bentuk nyata bela negara di ranah informasi.

“Kami ingin agar wartawan semakin berperan aktif dalam menjaga persatuan bangsa dan harmoni sosial di tengah masyarakat,” katanya.

Media Penentu Ketahanan Bangsa

Pernyataan Munir disambut positif oleh Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman.

Ia menilai, wartawan memegang peran sentral dalam membentuk opini publik yang sehat serta menjaga kesatuan bangsa di tengah ancaman disinformasi dan polarisasi sosial.

“Media dan wartawan dapat membentuk opini publik yang sehat serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari banyaknya informasi yang sering memecah belah,” ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) itu.

Dudung menegaskan, semangat bela negara tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat pertahanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk insan media.

Ia menilai, media yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial dan karakter bangsa.

“Media yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat karakter bangsa,” tutur Dudung yang juga pernah menjabat Pangdam Jaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB
X