Tragis di Siak: Pekerja Muda PGASOL Tewas Tertimpa Excavator, PHR Ambil Tindakan Cepat

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Kamis, 6 November 2025 | 15:48 WIB
Ilustrasi logo PGN Solution. (f: internet)
Ilustrasi logo PGN Solution. (f: internet)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM— Sebuah insiden kerja berujung maut terjadi di area proyek BPIT SJE, Kelurahan Libo Jaya, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.

Seorang pekerja muda PT PGAS Solution (PGASOL), anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), meninggal dunia setelah tertimpa bucket excavator, Sabtu pagi, 25 Oktober 2025.

Korban, Julifer Situmeang (23), diketahui bekerja sebagai spotter atau pemandu alat berat di lokasi proyek tersebut.

Tragedi terjadi sekitar pukul 10.15 WIB ketika ia berusaha membantu menutup ombeng atau penutup dump truck yang tidak dapat terkunci.

Dalam proses itu, ia meminta bantuan kepada operator excavator, M Syafrizal (52), dan driver dump truck Jekson Bondar Pasaribu (37).

Namun, posisi Julifer yang terlalu dekat dengan alat berat membuat bucket excavator secara tidak sengaja mengenai bagian kepalanya.

Benturan keras itu membuat korban langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri di tempat.

Tim keselamatan kerja (HSE) bersama rekan-rekan kerja yang berada di lokasi segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke Klinik 28 menggunakan bus operasional perusahaan. 

Meski sempat mendapat penanganan medis awal, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. 

Pasca kejadian, pihak perusahaan langsung menghentikan sementara aktivitas di area tersebut dengan menerapkan Stop Work Authority (SWA).

Area kejadian diamankan dengan garis keselamatan untuk keperluan investigasi awal oleh tim HSE dan pihak manajemen PGASOL.

Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Eviyanti Rofraida, membenarkan insiden yang menimpa pekerja PGASOL, mitra kerja PHR, di wilayah Kandis.

Atas nama manajemen PHR, ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa itu.

“Kami sangat menyesalkan atas insiden fatality ini. Manajemen dan segenap keluarga besar PHR menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum, serta mendoakan keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Eviyanti, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Riau Satu, Kamis, 6 November  2026.

Eviyanti menjelaskan, meski lokasi kejadian berada di luar area operasi langsung PHR, perusahaan tetap memantau penanganan yang dilakukan PGASOL, termasuk proses investigasi penyebab kecelakaan dan pemenuhan hak-hak korban.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB
X