PEKANBARU, RIAUSATU.COM — Gedung PWI Riau di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Ahad pagi, 27 April 2025, terasa sesak.
Seratusan calon wartawan berdesakan di aula, membawa harapan besar untuk menjadi bagian dari Persatuan Wartawan Indonesia.
Tapi di balik antusiasme memecahkan rekor peserta nasional itu, tantangan menjaga integritas wartawan justru makin berat.
Jumlah pendaftar yang menembus angka seratus orang membuat Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Calon Anggota PWI Riau 2025 mencetak sejarah baru.
Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, menyebut angka ini tertinggi sepanjang penerimaan anggota PWI di seluruh Indonesia.
"Ketika saya laporkan ke Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, beliau mengatakan ini rekor nasional," ujar Raja Isyam, Ahad, 27 April 2025.
Namun di tengah euforia itu, suara-suara kritis bermunculan. Beberapa senior PWI yang hadir mengingatkan agar lonjakan anggota tidak mengaburkan kualitas dan standar etik profesi.
"Jumlah besar tentu membanggakan, tapi jauh lebih penting memastikan mereka betul-betul memahami kode etik jurnalistik," kata seorang anggota Dewan Kehormatan PWI Riau yang enggan disebut namanya.
Raja Isyam sendiri mengakui tantangan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengingatkan para calon anggota untuk menjunjung tinggi integritas, bukan sekadar mengejar status.
"Kita bukan sekadar organisasi profesi. PWI adalah penjaga marwah wartawan. Integritas adalah harga mati," kata Raja Isyam, dengan suara ditegaskan.
Dari seratus lebih pendaftar, hanya 92 orang yang berhasil melengkapi berkas dan mengikuti registrasi hingga pagi hari. Sisanya, masih dalam proses verifikasi administrasi.
Dalam orientasi ini, para peserta diuji oleh tiga jurnalis senior: Kazzaini KS, Mario Abdullah Khair, dan Syahnan Rangkuti.
Materi yang diujikan mencakup sejarah pers nasional, hukum pers, hingga praktik jurnalistik yang etis dan profesional.
"Wartawan itu bukan tukang ketik," kata Mario Abdullah Khair di sela-sela acara. "Dia peneliti, pencari fakta, dan penjaga nalar publik."
Orientasi dibuka dengan pemasangan ID Card kepada dua peserta perwakilan, Azmi bin Rozali dan Ainul Umaiyah, disusul dengan pemukulan gong oleh Raja Isyam Azwar, disaksikan penguji dan beberapa Ketua PWI kabupaten/kota. ***