JAKARTA, RIAUSATU.COM - Mantan Pj. Wali Kota Pekanbaru Muflihun menceritakan sinergitas dan mendukung aparat penegak hukum dan seluruh unsur yang menginginkan Pekanbaru lebih maju lagi.
Muflihun yang telah membuat inovasi dan puluhan prestasi selama dua tahun menjabat sebagai Pj Walikota Pekanbaru, itu hadir usai FGD Rakernas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yanv digelar di Hotel Jayakarta Gajah Mada, Jakarta
Sebelumnya, Rakernas SMSI menjadi ajang diskusi hangat tentang pentingnya penegakan hukum dalam mengawal kabinet baru.
Diskusi bertema ‘Mengawal Kabinet Baru dengan Penegakan Hukum’ menghadirkan tokoh-tokoh penting, termasuk mantan Ketua KPK pertama, Taufiequrachman Ruki, dan Ketua Harian Kompolnas Benny Josua Mamoto.
Taufiequrachman Ruki menekankan tiga hal utama dalam upaya pemberantasan korupsi. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab Ketua KPK dan Kejaksaan Agung, tetapi juga memerlukan komitmen kuat dari Presiden dan Ketua Mahkamah Agung.
Lebih lanjut, Ruki menekankan bahwa kesejahteraan aparat penegak hukum juga merupakan kunci dalam menciptakan integritas dan independensi dalam penegakan hukum.
Menurutnya, dengan kesejahteraan yang memadai, aparat penegak hukum akan lebih fokus dan tidak mudah tergoda oleh bujukan korupsi.
Sementara itu, Benny Josua Mamoto dalam kesempatan yang sama menyoroti banyaknya putusan pengadilan yang sudah inkrah namun dimentahkan kembali. Ia menyatakan bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya ketegasan dan wibawa hukum di Indonesia.
“Mari kita kawal kabinet baru dengan penegakan hukum yang tegas dan berwibawa,” tegas Mamoto, dilansir jabaroke.com.
Sementara itu, dalam diskusi, selaku Ketua SMSI Pusat, Firdaus mengatakan perlunya membangun kesadaran akan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan sistem hukum yang adil dan transparan.
"Dengan begitu, harapan akan terciptanya Indonesia yang bebas dari korupsi dapat terwujud," tandas Firdaus.***