PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Aksi unjuk rasa damai digelar oleh sekitar 300-an mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) di gerbang masuk Gedung DPRD Provinsi, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Kamis (13/6/2024) sore.
Para mahasiswa itu tampak berorasi secara bergantian. Mereka juga membentang spanduk yang salah satunya berisikan penilaian terhadap 100 hari, SF Hariyanto sebagai Penjabat Gubernur Riau (Pj Gubri). Spanduk itu bertuliskan: "PJ GUBRI GAGAL".
Penilaian terhadap SF Hariyanto ini dipertegas oleh pernyataan sikap yang disampaikan oleh beberapa orator.
Ari Gilang Ayoga, salah seorang koordinator lapangan menyebutkan, kegagalan itu di antaranya di bidang pemberantasan korupsi, mafia tanah, infastruktur jalan yang rusak, hingga persoalan perparkiran di 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
''Data KPK menyatakan sekitar 1,9 juta hektare perkebunan di wilayah Riau ilegal. Jutaan hektare perkebunan itu dimiliki oleh 117 perusahaan,'' ucapnya seraya mengutip pernyataan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK sekaligus Koordinator Pelaksana Strategis Nasional Pencegahan Kerupsi (Stranas PK), Pahala Nainggolan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, kata Ari Gilang Ayoga, mestinya membasmi mafia-mafia lahan di Provinsi Riau.
"Jika tidak, ini akan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat," sebutnya.
Soal perparkiran juga sempat menimbulkan permasalahan yang baru baru ini terjadi di kota Pekanbaru.
''Pemimpin yang baik itu, setiap kebijakannya harus pro rakyat,'' pungkas Ari Gilang.
Usai berorasi, Korlap aksi lalu menyerahkan aspirasi mereka kepada Zulkifli, anggota DPRD Provinsi Riau dari Partai Demokrat. Zulkifli berjanji akan membawa aspirasi mereka ke pimpinan.
Setelah tuntutan aksi mereka diterima, ratusan mahasiswa BEM UIR ini pun membubarkan diri dengan tertib. ***