Bapak Satu Anak Ini Pilih Bunuh Diri, Konon Tidak Kuat Menghadapi Tekanan Akibat Berutang di Pinjol

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Selasa, 19 September 2023 | 14:55 WIB
Ilustrasi bunuh diri. (f: dakta.com)
Ilustrasi bunuh diri. (f: dakta.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Belum lama ini viral cerita tragis di X tentang aksi bunuh diri melibatkan seorang warga yang terjerat hutang dari pinjaman online (pinjol). Diduga pria ini bunuh diri karena tekanan tak masuk akal dari aplikasi pinjol Adakami.

Cerita ini dibagikan akun Twitter dengan nama @rakyatvspinjol. Akun menceritakan cerita korban bunuh diri yang melakukan peminjaman uang di Adakami.

Dalam postingan tersebut dijelaskan cerita mengenai korban yang terjebak pinjol ini. Keluarga korban yang bunuh diri itu mengaku saudaranya diperlakukan dengan tidak manusiawi.

"Keluarga saya bunuh diri karena tidak mampu membayar di Adakami. Teror dan cacian hingga menjurus ke pemecatan dari pekerjaan membuatnya semakin terpuruk," kata kutipan cerita keluarga korban.

Awal Mula Cerita

Dijelaskan bahwa korban yang identitasnya disembunyikan ini adalah seorang suami, ayah, yang memiliki seorang anak balita perempuan. Keluarga korban sepakat untuk menutupi identitas korban yang disamarkan dengan nama 'K' ini.

Awalnya 'K' meminjam uang di Adakami sebesar Rp9,4 juta.

"K meminjam uang di Adakami sebesar Rp9,4 juta dan harus mengembalikan 18 jutaan hampir 19 juta," ucap akun @rakyatvspinjol, dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Karena bunga yang terlalu besar, K mulai kesulitan membayar. Di situlah teror mulai berdatangan diduga dari debt collector (penagih utang/DC) Adakami.

Teroran pertama dari DC Adakami langsung membuat K dipecat dari kantornya. Hal tersebut disebabkan DC terus menghubungi kantor dari korban yang membuat rekannya terganggu.

"K, sebagai seorang pegawai honorer di salah satu kantor pemerintahan dengan kontrak 5 tahun lalu dipecat karena telpon yang masuk kantor dirasa sudah sangat menggangu," kata akun itu.

Kematian Dianggap Palsu

Teror terus berdatangan setelah K tak bisa membayar hutang sebesar 19 juta tersebut. Dari order fiktif taksi online, pemesanan makanan online terus dihadapinya.

"Teror order fiktif gojek/gofood pun berdatangan. Dalam 1 hari, ada 5-6 order fiktif datang ke rumahnya," ujar akun itu.

Puncaknya, yang akhirnya menjadi momen K memutuskan untuk bunuh diri adalah karena istrinya. Awalnya, K menyembunyikan permasalahan utang Rp9 juta yang bengkak menjadi Rp16 jutaan tersebut. Tetapi, setelah dimediasi, akhirnya K menceritakan cerita sebenarnya pada keluarga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB
X