pendidikan

Soft Opening Kampus University Of Jakarta International, Begini Rangkaian Kegiatannya

Senin, 5 Februari 2024 | 22:21 WIB
Soft Opening Kampus UNIJI. (f: istimewa)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Soft Opening Kampus University of Jakarta International (UNIJI) yang berada di Gedung Jakarta International Tower (JIT) Slipi Jakarta Barat diawali dengan perayaan Misa dan Pemberkatan sejumlah ruangan di Gedung Kampus berlantai 24 tingkat tersebut. Minggu (4/2/2024).

Misa dipimpin Romo Agustinus Suharyadi, SJ. Dalam homilinya, Romo mencontohkan bagaimana Simeon dan Hana melakukan perjuangan dengan olah hati dengan Iman. Hidup kita milik Tuhan. Gedung Kampus UNIJI ini yang dibangun dengan penuh perjuangan dengan olah pikir dan hati yang damai biarlah menjadi sarana untuk memuliakan Allah sekaligus sebagai karya yang indah untuk memajukan insan ciptaanNya menuju kesejahteraan.

Setelah pemberkatan sejumlah ruangan kantor dan ruangan perkuliahan dan perpustakan, acara berikutnya adalah pengguntingan pita oleh Pengurus JIC, SIJI Group, Rektor dan Pejabat University of Jakarta International (UNIJI) dan Jakarta International College (JIC) serta undangan khusus lainnya.

Selanjutnya, seperti rilis yang diterima riausatu.com, pemotongan tumpeng dilakukan oleh Pengurus Yayasan dan potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Romo dan berikutnya kepada Rektor oleh Pengurus Yayasan.

Sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada Pengurus Yayasan, Prof Dr Sihol Situngkir, MBA menyematkan Ulos Batak kepada Dr. Antonius Agus Susanto dan Ibu Dr. Wenny Candra Mandagie.

Dalam penyematan Ulos tersebut, Prof Sihol mengatakan bahwa makna ulos tersebut merupakan tradisi Batak yang pada saat ini Rektornya orang Batak, maka Ulos inilah persembahan perwakilan kultur adat nusantara dari segenap sivitas akademika UNIJI.

Ulos tersebut memiliki makna doa dan berkat sebagai penyemangat hati, pengharapan akan kesehatan dan kejayaan usaha serta kebahagiaan keluarga Agus dan Wenny.

Prof Sihol pada saat menyematkan ulos juga menjelaskan makna ulos tersebut kepada Pengurus Yayasan, disaksikan keluarga; yang diambil dari pepatah (umpasa) Batak Toba.

Pada acara sambutan di hadapan Pastor, Bpk Agus Susanto menjelaskan tentang perjuangan keras selama membangun JIC Tower tersebut sebagai kampus modern masa kini.

Hal ini untuk merespon semangat istri Dr Wenny Candra, akhirnya Agus pun seriusi ikuti pelatihan Manajemen Konstruksi dari Real Estate Indonesia (REI) dan memperoleh Sertifikasi MK sehingga dapat membangun dan menghasilkan Gedung JIC yang baik dan kokoh. Agus Susanto pun semakin yakin dan optimis untuk membangun sebuah Kampus yang megah sebagai karya milestone.

Dr Wenny dalam sambutannya menuturkan bahwa saat ini dia sangat puas dan gembira berkat dukungan sepenuhnya dari suami yang sangat luar biasa, meskipun sampai pontang panting dengan penuh perjuangan terutama dalam pengurusan izin-izin dan lain-lain.

Wenny hanya percaya dengan niat yang baik dan diiringi dengan doa, akhirnya sebuah kampus yang baik dan modern dapat dimiliki sebagai tempat belajar yang baik dan lengakap bagi generasi muda Indonesia.

Semangat kerjanya dengan tipikal perpeksionis dapat terwujud hanya dengan kiat kerja membuang setiap batu sandungan dan berupaya mencari solusi yang terbaik disertai dengan doa sehingga secara bertahap Gedung Kampus UNIJI dapat dirampungkan.

Dalam pidato perdana yang juga sebagai arahan strategis atau pidato perdana Rektor kepada segenap sivitas akademika UNIJI dan JIC, Prof Dr Sihol Situngkir, MBA dalam presentasinya menyajikan topik "The Essence of Collaborative Ways in Achieving Vision and Missions of UNIJI" dengan Scenario Planning 25 Tahun (2024-2049).

Prof Sihol yang pernah mendapat pendidikan khusus model perencanaan stratejik jangka panjang di Adelaide Australia Selatan, menurut beliau, saatnya untuk membaginya secara khusus kepada pengurus Yayasan dan para pejabat UNIJI dan kepada sivitas akademika pada umumnya.

Halaman:

Tags

Terkini