Beasiswa LPDP Hapus Syarat Personal Statement, Diganti dengan Ini

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Minggu, 12 Juli 2026 | 09:23 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)
Ilustrasi. (f: kompas.com)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menghapus kewajiban menulis esai Personal Statement saat mendaftar beasiswa.

Mulai pendaftaran beasiswa tahap 2 tahun 2026, LPDP mengarahkan pengenalan kepribadian calon penerima beasiswa kini diganti menjadi format pengisian "Profil Diri" yang jauh lebih terstruktur dan ringkas dalam penyusunannya.

Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, Andar Ramona membeberkan pada tahap 1 lalu LPDP masih meminta esai Personal Statement yang memuat penilaian diri sendiri termasuk kelemahan, kekuatan, karakter diri sendiri.

"Itu setelah kami jalankan memang ada pro and cons ya, tapi esai ini kan kadang-kadang ada yang memang orang membikinnya to the point, ada yang bercerita panjang lebar," tutur Andar Ramona, dikutip dari siaran Webinar Sosialisasi Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Tahap 2 Tahun 2026 pada Jumat (3/7) di YouTube, dilansir kompas.com.

Kata Andar, para pewawancara calon penerima beasiswa menyarankan deskripsi kepribadian pendaftar agar disajikan dalam bentuk poin-poin.

"Maka di tahap 2 ini personal statement dalam bentuk tulisan atau esai itu tidak perlu lagi dilakukan. Kami kembali melakukannya dalam bentuk profil diri. Jadi di dalam profil itu kalian menuliskan dalam poin-poin apa kekuatan kalian, apa kelemahan kalian, pengalaman yang paling membikin kalian bangga atau senang, pengalaman yang kurang membanggakan," ucap Andar.

Selain supaya lebih mudah dipahami, dengan tulisan berformat poin-poin LPDP berharap pendaftar juga menyampaikan maksud langsung pada intinya.

Di samping itu, syarat esai komitemen untuk berkontribusi atau pengabdian diri usai menyelesaikan studi tetap dibutuhkan.

"Untuk esai pengabdian itu tetap tidak ada perubahan," kata Andar.

Ia menjelaskan, esai pengabdian ini berisi seputar arah kontribusi yang akan dilakukan penerima beasiswa, rencana studi, hubungan rencana studi dan rencana masa depan.

"Kalau kalian bercerita tentang kepribadian di situ, ya silakan. Kami tidak melarang. Kami tidak melarang di situ harus template tentang apa saja. Kalian kan yang tahu bagaimana alur sebuah cerita itu mungkin ada background-nya dulu atau bagaimana," ujar Andar.

Namun perlu diingat bahwa panjang tulisan esai kontribusi ini maksimal 1.500 kata.

"Jangan sampai gara-gara masih bercerita tentang background diri hilang esensi yang pengin kalian sampaikan," Andar mengingatkan.

Pendaftaran beasiswa LPDP 2026 tahap 2 ini masih dibuka hingga 31 Juli 2026. Mahasiswa yang ingin kuliah S2-S3 di dalam maupun luar negeri masih bisa memanfaatkan peluang ini.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X