Rusia Tambah Beasiswa buat WNI Mulai 2026, Kuotanya Ratusan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 26 Desember 2025 | 10:28 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Pemerintah Rusia resmi meningkatkan kuota beasiswa bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin menempuh pendidikan tinggi di negaranya mulai 2026.

Keputusan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama pendidikan antara kedua negara serta antusiasme tinggi dari pelajar Indonesia terhadap program beasiswa tersebut.

Kebijakan penambahan kuota diumumkan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, usai pertemuan dengan perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia (Kemdiktisaintek) di Jakarta.

Dilansir dari laman Kemendiktisaintek, Kamis (25/12/2025), seperti dirilis kompas.com menurutnya, tren positif pemanfaatan beasiswa oleh mahasiswa Indonesia selama beberapa tahun terakhir mendorong Rusia memperluas kesempatan studi di negaranya.

Pada 2025, Indonesia menerima kuota sekitar 250 beasiswa Pemerintah Rusia untuk jenjang pendidikan tinggi, namun karena pemanfaatannya optimal serta permintaan dari calon mahasiswa yang terus meningkat, kuota tersebut kini ditingkatkan menjadi 300 kuota beasiswa untuk 2026.

Rinciannya, kuota ini mencakup:
Sekitar 200 beasiswa untuk jenjang sarjana (S1)
80 beasiswa untuk jenjang magister (S2), 20 beasiswa untuk program doktoral (S3).

Jumlah ini menunjukkan peluang yang lebih besar bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah ke Rusia di berbagai jenjang akademik.

Selain kuota utama, pemerintah Rusia juga membuka skema beasiswa khusus melalui lembaga besar seperti Russian State Atomic Energy Corporation (Rosatom) dan Russian Aluminium Company (RUSAL), termasuk penawaran full scholarship yang dilaksanakan di universitas seperti Ural Federal University di Yekaterinburg.

Penambahan kuota beasiswa ini juga ditujukan untuk program studi pada bidang strategis seperti sains, teknologi, rekayasa (engineering), serta energi nuklir, yang menjadi fokus kerja sama antara kedua pemerintah.

Hal ini selaras dengan kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten dan visi Indonesia dalam memperkuat kapasitas ilmuwan serta tenaga profesional di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Stella Christie, menyatakan apresiasinya terhadap penambahan kuota beasiswa tersebut karena sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia unggul melalui pendidikan internasional.

Ia juga menekankan bahwa tantangan berikutnya adalah meningkatkan diseminasi informasi agar peluang ini diketahui luas oleh calon mahasiswa di seluruh pelosok Tanah Air.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X