Soal Kabut Asap, Kepala Disdik Pekanbaru Sebut Kalau Bertambah Parah Sekolah Diliburkan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 9 Oktober 2023 | 12:30 WIB
Kepala Disdik Pekanbaru, Abdul Jamal. (f: ist)
Kepala Disdik Pekanbaru, Abdul Jamal. (f: ist)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, masih mempertimbangkan untuk keluarkan kebijakan meliburkan sekolah ditengah kondisi kabut asap. Pasalnya hingga kini Kota Pekanbaru masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Disdik bakal meliburkan peserta didik untuk tingkat PAUD/TK kemudian Sekolah Dasar (SD) hingga SMP jika kualitas udara akibat kabut asap di Pekanbaru semakin memburuk.

"Kalau meliburkan belum. Kami bersama dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup terus memantau kondisi kabut asap ini. Tapi kalau asap semakin parah sekolah libur," kata Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal, Minggu (8/10/2023).

Kebijakan ini bakal diambil jika kualitas udara di Pekanbaru terus memburuk. Pihaknya juga lebih dulu melakukan rapat khusus bersama dinas kesehatan, dan dinas lingkungan hidup dan kebersihan setempat.

Mereka memastikan kualitas udara yang bisa berdampak terhadap kesehatan tubuh. Untuk sementara ini, Disdik telah menerbitkan surat edaran terkait proses belajar mengajar ditengah kondisi udara diselimuti asap.

"Kalau sekarang kualitas udara tidak sehat, di level kuning. Ada dua imbauan kami kemarin dalam bentuk edaran ke sekolah-sekolah," terangnya, dilansir website resmi Pemko Pekanbaru

Ia menuturkan, surat edaran tersebut berisi dua poin imbauan. Yang pertama untuk mengurangi aktivitas belajar mengajar di luar sekolah, seperti pelajaran olahraga. Kemudian, peserta didik diwajibkan menggunakan masker ke sekolah.

"Surat edaran itu sudah kami sampaikan ke Sekolah-sekolah. Sementara berpedoman ke surat edaran dulu, untuk tindakan pertama menyikapi kondisi cuaca kabut asap saat ini," pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X