Pekanbaru Status Siaga Darurat Bencana

photo author
Fatahilah, Riau Satu
- Senin, 21 November 2022 | 14:59 WIB
Pj Wako Pekanbaru meninjau peralatan kesiapsiagaan bencana  (Ist)
Pj Wako Pekanbaru meninjau peralatan kesiapsiagaan bencana (Ist)

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Penjabat Walikota Pekanbaru, Muflihun, memimpin apel gelar pasukan Siaga Darurat Banjir, Longsor dan Puting Beliung di Pekanbaru tahun 2022, bertempat di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP), jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin pagi (21/11/2022).

Berdasarkan Surat Mendagri Nomor 360/7235/SJ pada tanggal 1 November 2022 tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, maka melalui hal tersebut diharapkan dapat mengambil risiko dan dampak bencana hidrometeorologi yaitu bencana banjir, longsor dan puting beliung.

Dalam sambutan Muflihun menyampaikan, Pemerintah kota Pekanbaru juga telah menetapkan status siaga bencana darurat hidrometeorologi mulai surat keputusan walikota Pekanbaru nomor 829 tahun 2022 tentang penetapan status siaga darurat bencana Banjir, Longsor dan Puting Beliung.

"Status ini sudah diterapkan sejak 10 November 2022 hingga 31 Januari 2023 mendatang. Melihat besarnya ancaman bencana alam hidrometeorologi tersebut, maka kita perlu meningkatkan kewaspadaan. Oleh karena itu, dalam rangka mempersiapkan seluruh potensi baik sumber daya manusia maupun peralatan yang digunakan untuk antisipasi bencana alam di Pekanbaru, maka dilaksanakan apel gelar pasukan siaga bencana ini," kata Muflihun dalam sambutannya.

Apel gelar pasukan siapa bencana yang dilaksanakan hari ini, sambungnya, dimaksudkan sebagai momentum yang tepat bagi satuan pelaksana Penanggulangan bencana untuk melakukan sinergi dan konsolidasi.

"Sebagai tanggungjawab kita bersama dalam rangka mengantisipasi bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung yang kemungkinan terjadi dengan tujuan untuk memantapkan dan mensiapsiagakan, mengecek sejauhmana kesiapan personel, materil, alutsista, sarana dan prasarana maupun semua pihak terkait dalam rangka menanggulangi bencana alam hidrometeorologi di kota Pekanbaru untuk melihat apakah masih ada kekurangan yang tentunya perlu kita sempurnakan bersama," ulasnya.

Dengan kegiatan gelar pasukan ini, katanya lagi, diharapkan baik dari TNI, Polri, BMKG, BPBD, Basarnas, Satpol PP dan Damkar, instansi terkait dan seluruh stakeholder beserta komponen masyarakat mampu bergerak cepat, deteksi dini, temu cepat dan lapor cepat, melaksanakan monitoring dan selalu siap digerakkan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

"Kita perlu mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk membantu masyarakat jika skala bencana meningkat dan perlu dilakukan evaluasi kita harus sudah siap, baik personel maupun peralatan yang diperlukan. Dengan kondisi curah hujan, berdasarkan koordinasi dengan BMKG yang yang diprediksi akan mencapai puncak dalam bulan ini. Untuk itu kita perlu mengantisipasi hal tersebut dengan membuat tim siaga darurat sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam rangka hadirnya pemerintah ditengah-tengah masyarakat," terang Muflihun.

Kepada pasukan siaga bencana, kata Muflihun, saya berpesan untuk laksanakan tugas ini dengan penuh semangat dan penuh rasa tanggungjawab.

"Ini bukan saja menjalankan tugas semata, namun ini merupakan pengabdian kita kepada bangsa dan negara, lebih khusus kepada masyarakat. Mari kita persiapkan pasukan dan peralatan agar bencana alam dapat kita atasi," pungkasnya.

Ditambahkan Kalaksa BPBD Pekanbaru, Zarmn Candra jumlah personel gabungan sekitar 500 orang disiagakan dalam penanganan bencana.

"Kami selalu siap turun ke lokasi bencana. Bagi masyarakat, kami imbau untuk waspada terhadap pergantian cuaca ekstrem ini," kata Zarman.(ift)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fatahilah

Rekomendasi

Terkini

X