Buku Biografi Kim Teng Diluncurkan

photo author
Administrator, Riau Satu
- Selasa, 18 Januari 2022 | 19:38 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Buku Biografi Kim Teng yang berjudul Dari Pejuang Hingga Kedai Kopi, Minggu (16/1/2022), resmi diluncurkan, bertempat di salah satu Mal di Pekanbaru.

Peluncuran buku tersebut digagas oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau yang dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Riau, Kabinda Riau, Penulis buku, Anak Kim Teng dan undangan lainnya.

Gubernur Riau yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Riau, Jenri Salmon Ginting, kepada wartawan menyebutkan, buku biografi Kim Teng ini merupakan suatu karya anak bangsa, supaya generasi muda tahu bahwa Marga Tionghoa juga pejuang di negara republik kita ini.

Ia berharap, buku itu dapat disampaikan ke tingkat SD, SMP, SMA maupun ke perpustakaan yang ada di Provinsi Riau.

"Intinya, menumbuhkan rasa kebangsaan nasionalisme, NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Kabinda Riau Brigjen TNI Amino kepada wartawan menjelaskan bahwa dirinya mengenal Kim Teng sejak lulus dari Akmil saat masuk Kopassus.

"Buku ini nanti saya kirim ke BAIS, ke Kopassus, intelijen negara di Indonesia dan banyak tokoh intelijen kita. Maka, buku biografi pak Kim Teng ini melengkapi buku-buku tokoh-tokoh intelijen yang pernah mengabdikan diri dalam rangka untuk mempertahankan Republik Indonesia yang pernah dijajah oleh negara-negara penjajah. Dan ini bukan satu-satunya buku yang telah dilaunching, tapi sudah banyak lagi," jelas Kabinda Riau.

Kabinda mengimbau kepada lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan kelompok-kelompok kepentingan mengatasnamakan kelompok-kelompok tertentu sehingga membuat hal yang negatif.

Anak Kim Teng bernama Tang Kok Sun atau Sunnarya Tenggana kepada awak media menuturkan bahwa bapaknya cukup memberi motivasi kepada anak-anaknya 7 orang.

"Sewaktu saya kecil, bapak saya ikut berjuang dan mendapatkan tanda jasa. Dan bapak mendidik kami itu sangat baik," akuinya.

Kepala Badan Perpustakaan Arsip Daerah Riau, Mimi Yuliani Nazir kepada riausatu.com mengatakan bahwa untuk menempatkan buku ke perpustakaan itu ada ketentuan-ketentuan bagi penerbit-penerbit yang berada di wilayah setempat misalnya di Riau ada Pekanbaru maka wajib produknya itu ke perpustakaan di wilayah setempat.

Untuk penyerahan jumlah buku yang akan diserahkan ke perpustakaan, dijelaskan Mimi, kalau misalnya 1 judul itu sebaiknya 5 buah buku yang diserahkan.

"Karena itu ada untuk arsip atau dokumen pertinggal kami kalau seandainya buku tersebut rusak," pungkasnya.(ift)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X