Penghasilan Menurun Ditengah Pandemi Covid-19, Pengrajin Rotan Tetap Gigih Bekerja

photo author
Administrator, Riau Satu
- Minggu, 31 Januari 2021 | 15:20 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Ditengah Pandemi Covid-19, dirasakan dampak lumpuhnya perekonomian. Seperti halnya salah satu pengrajin rotan di jalan Yos Sudarso, Pekanbaru, yang langsung merasakan turunnya penghasilan penjualan rotannya.

Safril, yang sudah 20 tahun berkarya membuat kerajinan rotan itu mengakui, walau dimasa pandemi Covid-19 ini, dirinya tetap gigih mencari nafkah.

"Selama pandemi Covid-19, hasil penjualan berkurang 20 persen," akuinya.

Yang penting baginya, ada bahan bakunya, ia tetap bekerja. Untuk bahan baku, menurutnya tidak sulit didapatkan karena ada pengadaan bahan baku di Pekanbaru itu sendiri.

Tidak mudah untuk membuat kerajinan anyaman rotan itu, ia menuturkan, butuh ketrampilan khusus, sehingga proses pengerjaannya cepat dan rapi.

"Kerajinan kita ini diantaranya kursi, pot bunga, keranjang dan lainnya. Semua itu bahan dasarnya dari rotan," katanya.

Sebelum menjadi kursi, bahan baku rotan tersebut diukur sesuai bentuk kursi. Dan setelah diukur rotan tersebut, dilakukan pembakaran dan setelah itu baru jadi sebuah kerangka.

"Untuk kursi goyang itu harganya berkisar dari Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. Kalau pot bunga itu Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Keranjang itu mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 175 ribu," sebutnya.

Untuk hasil produksi barangnya dalam satu hari itu, katanya lagi, tergantung tingkat kesulitan membuat barangnya.

"Kalau pot bunga itu bisa produksinya bisa 3 sampai 4 buah per hari. Kalau kursi goyang itu 1 buah 1 hari. Untuk pemasaran produknya itu hanya di tempat saja, tidak dipasarkan keluar," pungkasnya.(ift)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X