DUMAI,RIAUSATU.COM-Puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Riau yang dilaksanakan pada Minggu malam (7/5/2017), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau memberikan Piala dan Piagam kepada beberapa tokoh, bertempat di Ballroom Hotel Comfort, Dumai.
Ir Aznil Fajri yang juga menerima Piagam Kehormatan Penghargaan Pengabdian 25 Tahun PWI, kepada riausatu.com, Senin siang (8/5/2017) mengungkapkan rasa bangganya.
"Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya setelah mendapat Piagam Kehormatan dari PWI," ucap Aznil.
Aznil yang mulai berkarya dalam dunia Jurnalistik sejak 1985 silam hingga saat ini, semangat memburu berita tak kalah dengan wartawan pemula.
"Kesan-kesannya bergabung ke organisasi kewartawanan seperti PWI adalah suatu yang bermanfaat dan keniscayaan bagi wartawan pemula," sebut Aznil.
Sambungnya, wartawan pemula akan mendapat banyak manfaat untuk profesinya kelak, karena akan ada diklat-diklat yang diberikan sejauhmana wartawan harus menjalani profesinya sesuai aturan yang ditentukan UU Pokok Pers Nomor 40/1999.
"Kemudian bergabung di PWI akan banyak mengenal teman-teman seprofesi dan mendapat share ilmu pengetahuan dan pengalaman dari para senior," jelasnya.
Wartawan Indonesia dalam menjalankan profesinya, katanya lagi, tidak bisa sesuka hati membuat berita tetapi harus bertanggungjawab atas berita yang dibuatnya.
"Berita harus berimbang dan tidak boleh sepihak saja seperti berita akhir-akhir ini banyak berita sepihak dan pihak lain tidak mendapat hak jawab. Hal ini tidak bisa dibenarkan dan melanggar kode etik jurnalistik. Lebih-lebih lagi akhir-akhir ini banyak berita memvonis padahal pengadilan saja belum mengadilinya dan ini namanya trial by the press," urai Pimred detakindonesia.com.
Masih menurut Aznil, dalam masalah ini jika ada pengaduan dari masyarakat yang merasa dirugikan dengan pemberitaaan itu dimana wartawan bersangkutan tidak memberikan hak jawab maka bisa dilaporkan ke induk organisasinya yakni PWI dan Dewan Pers.
Aznil mengimbau kepada rekan-rekan sesama profesi khususnya wartawan pemula untuk bisa mengikuti diklat-diklat jurnalistik yang bertujuan menambah wawasan dan juga agar tidak percaya berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya apalagi berita atau informasi bohong (hoax).
"Wartawan jika mendapat informasi dari satu pihak walaupun itu bersumber dari pejabat berwenang sekalipun haruslah dicek silang kebenarannya terlebih dahulu di lapangan. Jangan percaya saja info yang disampaikan karena belum tentu info itu benar," terangnya.
Penghargaan ini diberikan atas komitmen para penerima award ini dalam membangun daerah, menegakkan Demokrasi dan bersinergi dengan wartawan di daerah Riau.
Acara ini juga dihadiri Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Provinsi Riau Yogi Getri, Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS beserta Forkopimda Kota Dumai, Bupati Pelalawan HM Harris, Bupati Kuansing H Mursini, Pj Walikota Pekanbaru Edward Sanger, Bupati Rohil H. Suyatno dan beberapa perwakilan perwakilan Bupati se-Provinsi Riau.
Dari Jajaran PWI sendiri, tampak hadir Ketua PWI Riau H Dheni Kurnia dan Ketua PWI Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau serta segenap anggota pengurus PWI Riau.
Pada kesempatan itu juga dilakukan Ikrar Wartawan Riau anti Hoax yang dipandu oleh Ketua PWI Riau dan diikuti Ketua PWI Kabupaten/Kota se-provinsi Riau.(fat)