PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi meminta agar pengrusakan berupa hilangnya enam lempengan kuningan di Tugu Adipura Kota Pekanbaru diusut tuntas oleh kepolisian karena kejadian tersebut dinilai mencoreng harga diri masyarakat Kota Pekanbaru.
Ayat Cahyadi di Pekanbaru, Selasa, mengatakan keamanan tugu setinggi sekira satu meter itu seharusnya menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Pekanbaru karena lokasinya berada di taman jalur hijau di depan kantor wali kota setempat di Jalan Jenderal Sudirman.
''Ironis sekali ada pihaknya yang mencurinya. Padahal lokasinya persis di depan kantor kita sendiri. Kita sudah minta agar DKP melaporkan kasus pencurian ini ke polisi,'' kata Ayat Cahyadi kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi, menduga aksi pencurian lempengan kuningan Tugu Adipura ada kaitannya dengan krisis sampah yang pada bulan lalu menimpa Pekanbaru, akibat permasalahan mogok kerja pekerja dari perusahaan swasta pemenang kontrak pengangkutan sampah.
Tugu itu juga sempat menjadi sasaran demonstrasi mahasiswa yang menutup seluruh tugu dengan plastik hitam sebagai bentu protes terhadap buruknya kinerja pemerintah daerah menangani sampah.
''Ya bisa jadi (terkait), bisa jadi hal itu sengaja dicuri sebagai bentruk protes. Tapi apapun itu, yang jelas sangat kita sayangkan. Soal siapa pelakunya, ya nanti kita serahkan ke pihak kepolisian untuk mengusutnya. Kita lagi koordinasi dengan wali kota terkait hal itu. Selesai koordinasi dengan pimpinan dan petunjuknya, baru kita akan laporkan masalah ini ke polisi,'' ujarnya, sebagaimana dilansir Antara.
Enam lempengan kuningan yang menempel pada ketiga sisi masing-masing atas dan bawah Tugu Adipura diduga dicongkel. Kepingan kuningan itu berbentuk bulan dibagian atas tugu sudah tidak ada demikian juga persegi empat dibagian bawahnya. Kondisi ini baru diketahui pemerintah setempat pada Senin (11/7) saat hari pertama kerja setelah libur Lebaran.
Akibatnya, tugu Adipura kini tinggal kerangka dengan enam lubang menganga tempat melekatnya kuningan berelief Adipura dan akar kayu sebagai lambang lingkungan hidup.
Dalam sejarahnya, tugu tersebut didirikan pada masa Wali Kota Herman Abdullah, sebagai pertanda keberhasilan kota tersebut meraih Piala Adipura, karena kebersihan kotanya, sejak tahun 2004-2011.
Adipura, adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sepanjang penyelenggaraan Adipura, Kota pekanbaru telah tujuh kali mendapatkan piala Adipura untuk kategori kota besar. (dri)