Perencanaan Jaringan Fiber Optik Dukung Kampar menunju Smart Regency

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Jumat, 1 Juli 2016 | 12:16 WIB

KAMPAR, RIAUSATU.COM-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar terus melakukan langkah-langkah konkrit dalam upaya mewujudkan  Kabupaten Kampar sebagai smart regency (Kabupaten Pintar). Saat ini Bappeda Kabupaten Kampar sedang merencanakan  pembangunan  jaringan fiber optik sebagai salah satu pembangunan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Kabupaten Kampar.

Sebelum dianggarkan perencanaan pembangunan fiber optik ini maka   Bappeda Kabupaten Kampar mengundang pihak ketiga  (rekanan) untuk  perencanaan pembangunan  fiber optik ini. Rekanan (mitra Bappeda)  dari perusahaan IndomediaNET yang bergerak dibidang Informatika Teknologi Ibnu Mas’ud, M.Si memaparkan secara  detail tentang perencanaan infrastruktur TIK bertempat di aula Bappeda Kabupaten Kampar, Kamis (30/6).

Pertemuan  ini dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Ir. Azwan MSi.  Disampaikan Azwan bahwa Teknologi Informasi (TI) saat ini  merupakan  suatu kebutuhan. ''Kita (Bappeda, red) harus melekat  dengan teknologi informasi,  kita tidak boleh gagap dan alergi dengan TI, karena  TI ini sudah suatu  kebutuhan  saat ini,'' ujarnya, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.

Kedepan dengan semakin berkembangnya Teknologi Informasi maka dalam pekerjaan nantinya juga  akan  menuju serba online  atau elektronik. Seperti di Bappeda ada  RKPD Online, ada e-musrenbang, akan ada SPPD Online dan beberapa aplikasi lainnya. ''Di Kota Surabaya sudah 10 tahun lebih terbangun aplikasi elektronik ini, meskipun kita baru mulai, kita jangan berkecil hati. Berbuat lebih baik dari pada tidak sama sekali,'' ujar Azwan.

Untuk itu Azwan minta kepada narasumber (rekanan) untuk menjelaskan secara  detail  tentang Perencanaan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi  di Kabupaten Kampar. Ia minta kepada Ibnu Mas’ud  untuk menjelaskan  tentang sistem kerja hingga  rencana anggaran biaya (RAB) nya.

Menurut Azwan, RAB ini penting karena   dengan adanya  jaringan fiber optik  ini akan memudahkan pekerjaan dengan biaya murah. ''Biaya ini perlu diperhitungkan karena  dengan semakin menurunnya pendapatan daerah, kita dituntut untuk  mengefisiensikan anggaran,'' ujarnya.

Selanjutnya Ibnu Mas’ud memaparkan secara gamblang  tentang   Perencanaan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi. Perencanaan Infrastruktur TIK ini menggunakan teknologi GPON. GPON adalah suatu  teknologi akses yang dikategorikan sebagai Broadband Access berbasis kabel serat optik. GPON merupakan salah satu teknologi termuktahir  saat ini. Diprediksi  untuk 15  tahun kedepan teknologi GPON ini masih eksis.

Ibnu Mas,ud menyarankan pembangunan infrastruktur TIK ini  dilakukan dengan cara investasi (bangun sendiri) tidak menggunakan sistem sewa. Pasalnya  dengan cara  investasi ini lebih murah dan mudah  dibanding sewa. Kemudian dengan sistem investasi penggunaan tidak terbatas. Dalam segi layanan juga lebih menguntungkan dimana  dengan berinvestasi  ada tiga layanan yang didapat (single kabel triple play) yakni pengiriman suara, data dan video.

Kepala Subbidang  Perencanaan Anggaran dan Pembangunan  Bappeda Kabupaten Kampar Yusdiyen Hadinata, S.Si dalam kesempatan tersebut meminta kepada rekanan bisa membuat perencanaan roadmapnya dan bisa menghitung berapa dana yang dibutuhkan pertahun.  Kemudian juga diminta  hitung biaya perawatannya sehingga dari sana  terlihat mana yang lebih untung  investasi  atau sewa.

Untuk itu diberi waktu kepada  rekanan (mitra Bappeda ) untuk  menghitung RABnya. Diharapkan dengan terbangunnya fiber optik sebagai salah satu  Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan semakin memudahkan  Kabupaten Kampar dalam menuju Kampar regency. (dri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

X