PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Penumpukan sampah di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru akibat mogok kerjanya karyawan PT Multi Inti Guna (MIG) hingga Rabu (9/6/16) masih terlihat. Namun tak dipungkiri kuantitas sampah sudah mulai berkurang dari beberapa hari sebelumnya pasca instruksi Walikota Pekanbaru H Firdaus.
Terkait hal tersebut kandidat Walikota Pekanbaru H Jufri Zubir meminta hal serupa tidak kembali terjadi. Ditemui, kemarin malam, Jufri menilai persoalan penumpukan sampah imbas mogoknya karyawan PT MIG akibat minimnya keterbukaan informasi. Pihaknya memperkirakan ada pihak yang ingkar terhadap poin-poin kerjasama yang semestinya harus dipatuhi.
''Ini semata-mata akibat minimnya keterbukaan pihak-pihak terkait. Sehingga masyarakat hanya bisa mereka-reka persoalan sebenarnya. Selain itu pasti ada pihak yang ingkar dalam kerjasama tersebut,'' katanya di Hotel Jatra.
Ditambahkannya lagi, dirinya tak bisa juga menyalahkan pihak PT MIG yang di pemberitaan ramai dikatakan tidak membayar gaji karyawannya hingga dua bulan.
''Belum tentu juga PT MIG yang salah. Karena kita tidak tahu seperti apa isi poin perjanjian kerjasamanya. Memang PT MIG menang tender senilai Rp53 miliar. Tapi siapa yang tahu pembayaran atas Rp53 miliar itu seperti apa. Sistem termen kah atau sekaligus di akhir kerjasama. Kalau sistem termen, tentunya pihak PT MIG harus menjelaskan apakah termennya lancar atau tidak. Dan pembayaran terakhirnya kapan?'' tegas Jufri.
Dijelaskannya lagi, jika pembayaran termen itu lancar, tentunya tidak ada alasan PT MIG menunggak pembayaran gaji karyawan. ''Itu jelas PT MIG yang ingkar dan harus segera dievaluasi dan diputus saja kontraknya. Tapi kalau tidak lancar tentu lain lagi ceritanya. Namun yang pasti eksekutif harus transparan terhadap butir-butir perjanjian tersebut. Termasuk besaran tonase dan wilayah yang menjadi tanggungjawab PT MIG setiap harinya,'' katanya, sebagaimana dilansir riauterkini.com.
Kalau hal di atas tidak dipaparkan secara jelas, Jufri khawatir hal serupa di masa mendatang kembali terjadi. ''Instruksi Walikota Pekanbaru hanya sebatas menyelesaikan secara instan masalah yang sekarang terjadi di lapangan. Kalau masalah sebenarnya tidak diselesaikan, siapa yang bisa menjamin masalah serupa tidak akan terulang kembali,'' tegasnya lagi.
Dalam kesempatan tersebut H Jufri Zubir meminta segenap masyarakat Pekanbaru untuk berhenti menyalahkan Walikota Pekanbaru atas persoalan tersebut. Pihaknya lebih setuju jika komponen masyarakat yang ada mengajak Walikota untuk berunding bersama. ''Duduk bersama rasanya lebih bagus dan efektif ketimbang saling menyalahkan. Karena dengan duduk bersama, masyarakat bisa menyampaikan saran demi penanganan sampah yang lebih baik ke depannya,'' katanya menambahkan.
Sebagai warga kota yang baik, Jufri meminta masyarakat yang peduli dengan penanganan sampah menyampaikan masukan kepada Pemko Pekanbaru agar sistem yang nantinya dipilih bisa lebih tepat.
''Di Pekanbaru ini banyak warga yang pintar. Dan mereka ini harus berani menyampaikan masukan agar persoalan sampah ini bisa dikendalikan jauh lebih baik. Eksekutif harus berani memulai menghasilkan kebijakan terutama menyangkut masyarakat hasil masukan masyarakat. Kita harus mulai mengurangi keluarnya kebijakan-kebijakan semata-mata karena kepentingan individu ataupun kelompok,'' ucapnya.
Ke depan Jufri berharap kerjasama yang baik antar semua komponen masyarakat bersama eksekutif dan legislatif akan mengurangi hal-hal negatif yang kerap terjadi di Kota Pekanbaru. "Saya akui saat ini di Kota Pekanbaru terlalu banyak persoalan yang tengah terjadi. Mulai banjir, pasar yang amburadul hingga persoalan sampah. Tapi InsyaAllah semua bisa teratasi jika dirembukkan bersama.
''Hal yang perlu diingat, menyalahkan satu pihak tidak akan menyelesaikan persoalan. Masyarakat semestinya melengkapi kelemahan-kelemahan yang ada pada aparatur pemerintah. Dan itu bukan dengan menyalahkannya secara membabi-buta,'' ujarnya mengakhiri. (dri)