"Jangan ada framing bahwa ini terjadi karena bentrok 2 kubu kelompok. Tidak, ini murni sindikat komplotan maling yang meraup untung besar yang memiliki rekanan dan pemodal dengan masuk tertentu. Kepolisian sudah tahu ini bukan benturan kelompok, karena surat-surat laporan pihak klien kami sudah lengkap berisi dokumentasi pencurian, bukan sengketa. Mereka hancurkan pagar, lalu mendodos. Habis mencuri mereka pulang, bukan berkemah di lokasi atau sebagainya sebagai indikasi sengketa. Jika ada menarasikan benturan kelompok, maka, itu narasi dari kelompok mafia sawit. Bahkan buah mentah pun dijarah, karena modusnya bukan hanya mencari untung, tapi menghancurkan kebun negara. Klien kami juga menyiapkan laporan yang sudah ditunggu oleh Agrinas," tutupnya. ***