Akui Telah Melakukan Kejahatan Kemanusiaan, Raja Belanda Minta Maaf

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 26 Desember 2022 | 15:14 WIB
  Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima berpose saat sesi foto resmi di Amsterdam, Belanda 4 November 2022. (f: REUTERS/Piroschka van de Wouw/Pikiran.Rakyat.com)
Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima berpose saat sesi foto resmi di Amsterdam, Belanda 4 November 2022. (f: REUTERS/Piroschka van de Wouw/Pikiran.Rakyat.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyampaikan permohonan resmi atas nama negaraanya terkait penjajahan di masa lalu, 20 Desember 2022 lalu.

Permintaan maaf Mark Rutte itu disambut Raja Belanda Willem Alexander.

Willem Alexander menyampaikan permintaan maaf kembali dalam pidato natalnya pada Minggu, 25 Desember 2022.

"Tidak seorang pun saat ini memikul tanggung jawab atas tindakan tidak manusiawi yang dilakukan terhadap kehidupan pria, wanita, dan anak-anak," kata Willem Alexander, saat berbicara di istana Huis ten Bosch di Den Haag.

“Tapi dengan jujur ​​menghadapi masa lalu kita bersama dan mengakui kejahatan terhadap kemanusiaan yang merupakan perbudakan, kita meletakkan dasar untuk masa depan bersama – masa depan di mana kita berdiri melawan semua bentuk modern dari diskriminasi, eksploitasi dan ketidakadilan. Permintaan maaf yang ditawarkan oleh pemerintah adalah awal dari perjalanan panjang,” tambahnya.

Pada abad ke-16 dan ke-17, Kerajaan Belanda yang sedang berada di Zaman Keemasan telah membawa 600.000 orang Afrika ke bawah perbudakan.

Raja Willem Alexander mengatakan masalah itu teuntunya menjadi perhatian keluarga kerajaan.

Sebelumnya, Mark Rutte mengatakan bahwa Belanda memikul tanggung jawab atas penderitaan yang diterima oleh para korban perbudakan tersebut, termasuk mereka yang dikomodifikasi, dieksploitasi, dan diperdagangkan atas nama negara Belanda.

“Memang benar tidak ada yang hidup hari ini yang menanggung kesalahan pribadi atas perbudakan. Tetapi negara Belanda memikul tanggung jawab atas penderitaan luar biasa dari mereka yang diperbudak, dan keturunan mereka,” katanya, dikutip pada Selasa, 20 Desember 2022, sebagaimana dilansir Pikiran.Rakyat.com.

Kemudian, Mark Rutte pun menyampaikan permohonan maaf soal perbudakan tersebut atas nama Belanda.

“Hari ini, atas nama pemerintah Belanda, saya meminta maaf atas tindakan negara Belanda di masa lalu,” ujarnya melanjutkan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X