Mengenang Azyumardi Azra: Diizinkan Orangtua Menuntut Ilmu ke Jakarta

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 19 September 2022 | 15:25 WIB
 Azyumardi Azra. (f: Pikiran-Rakyat.com)
Azyumardi Azra. (f: Pikiran-Rakyat.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Prof. Dr. H. Azyumardi Azra meninggal dunia pada Minggu, 18 September 2022 di Selangor, Malaysia. Mengilas-balik ke belakang, almarhum pernah berdebat dengan orangtuanya soal kelanjutan pendidikan Azymardi.

Mengenyam pendidikan formal sekolah dasar di sekitar rumahnya, pria kelahiran Lubuk Basung, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, pada 4 Maret 1955, ini melanjutkan sekolahnya di PGAN Padang.

Namun setelah tamat, sempat terjadi perdebatan dengan orang tuanya mengenai kemana ia akan melanjutkan jenjang pendidikannya. Azyumardi dilahirkan di lingkungan keluarga yang agamis serta besar di lingkungan Islam modernis.

Melihat kemauan keras dari anaknya, akhirnya orang tua Azyumardi Azhar mengizinkan ia berhijrah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya di IAIN Syarif Hidayatullah dengan mengambil fakultas Tarbiyah.

Setelah selesai S1, ia memperoleh beasiswa dari Fulbright Foundation untuk melanjutkan jenjang S2 di Columbia University, New york, Amerika Serikat. Ia lantas mendapatkan gelar MA dari departemen Bahasa- Bahasa dan Kebudayaan Timur Tengah.

Selesai S2, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com, ia memperoleh Columbia University President Fellowship dan melanjutkan dengan mengambil departemen sejarah yang membuatnya memperoleh gelar M.Phil kedua pada tahun 1990.

Untuk gelar doktornya, didapatkan dari Departemen Sejarah Columbia University pada tahun 1992, dengan disertasi berjudul The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay Indonesia’Ulama’ in the Seventeenth and Eighteenth Centuries.

Yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan judul Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepluauan Nusantara Abad XVII dan XVIII yang diterbitkan oleh Mizan.

Disertasi yang merupakan hasil penelitian yang dibiayai oleh Ford Foundation itu merupakan hasil penelitiannya di beberapa tempat yakni Mesir, Belanda dan Saudi arabia dalam waktu setahun.

Usai program S3, Azyumardi mendapat kesempatan lagi untuk mengikuti program Post Doctoral di Oxford University selama satu tahun.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X