JAKARTA, RIAUSATU.COM - Sebanyak 1,3 miliar data warga Indonesia diduga bocor terkait registrasi kartu SIM ponsel. Data yang bocor diduga terkait dengan seluruh informasi registrasi kartu, meliputi NIK, nomor kartu, provider, hingga tanggal registrasi.
Data tersebut dijual oleh akun bernama Bjorka dengan harga 50.000 dolar atau sekira Rp744.600.000. Taksiran harga rupiah tersebut dihitung berdasarkan nilai tukar pada 3 September 2022 yakni sebesar Rp14.892/dolar.
Akun Bjorka bahkan memberikan 2 juta sampel data gratis yang bisa diakses siapapun.
Adapun diketahui, Kementerian Komunikasi dan Komunikasi (Kominfo) menerapkan regulasi bahwa setiap pemilik SIM prabayar harus mendaftarkan registrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga.
Untuk mengecek apakah nomormu termasuk dalam 2 juta sampel gratis yang dibagikan Bjorka, berikut langkah cek keamanan nomor yang bisa kamu lakukan:
1. Buka laman periksadata.com/simcardkominfo
2. Masukkan nomor yang ingin kamu cek dengan format “628XXXXXXX”
3. Hasil akan terlihat
Jika nomor tidak termasuk dalam 2 juta sampel gratis, maka laman tersebut akan menampilkan tulisan berikut.
“WAH SELAMAT! Data kamu tidak termasuk di dalam sampel yang diberikan oleh pelaku sebanyak 2 juta data”.
Namun, jika data nomormu bocor, maka laman itu akan menampilkan tulisan sebagai berikut.
“Yah data kamu bocor. Sayangnya, nomor HP kamu 628XXXXXXXXX yang didaftarkan menggunakan NIK XXXXXXXXXXXXXXXX termasuk di dalam sampel yang diberikan pelaku sebanyak 2 juta data”.
Perlu digarisbawahi bahwa hasil pengecekan ini hanya hanya mencakup 2 juta sampel gratis yang dibagikan gratis.
Meski hasil dari laman periksadata.com menampilkan hasil nomormu aman, masih ada kemungkinan bahwa nomor kamu termasuk dalam 1,3 miliar data yang dijual.
Sementara itu, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com, dugaan kebocoran data tersebut masih disangkal oleh Kominfo. Dalam keterangan pers, lembaga itu mengatakan bahwa kebocoran data tersebut bukan berasal dari pihaknya.***